Belum Sempat Tawuran, 13 Remaja Keburu Disergap Polisi

oleh
13 remaja yang diamankan pihak Kepolisian. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Aksi konvoi diduga geng motor yang disinyalir hendak tawuran berujung penangkapan. Sebanyak 13 remaja diamankan Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan dalam patroli gabungan di sejumlah lokasi, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Tak hanya mengamankan belasan remaja, polisi juga menyita empat bilah senjata tajam jenis klewang, satu ketapel dan satu unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya SP Sembiring mengatakan, penindakan bermula saat tim patroli melihat konvoi sekelompok pemuda yang diduga merupakan geng motor di kawasan Jalan Simpang Kantor, Jalan Yos Sudarso, Medan Labuhan, sekitar pukul 01.30 WIB.

Melihat konvoi tersebut, Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan pengejaran hingga ke Jalan Titi Pahlawan. Patroli kemudian bergerak ke arah Helvetia untuk mengantisipasi aksi lanjutan.

BACA JUGA..  Konektivitas Garoga Kian Tangguh: Pemkab Tapanuli Utara Akselerasi Perbaikan Infrastruktur dan Penanganan Bencana

Saat melintas di Jalan Tanah 600, Marelan, petugas kembali menemukan sekelompok pemuda yang dicurigai hendak terlibat tawuran.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Sabhara, Brimob dan Reskrim kemudian mengamankan seorang pemuda. Dari pemeriksaan awal, petugas memperoleh informasi mengenai lokasi berkumpulnya anggota kelompok lainnya.

Polisi bergerak cepat. Sebelas pemuda lainnya akhirnya ditangkap di lokasi yang biasa dijadikan tempat berkumpul. Dari lokasi tersebut, petugas turut menemukan tiga bilah senjata tajam dan satu buah ketapel.

BACA JUGA..  Dua Kuli Bangunan Pengedar 82,62 Gram Sabu, Ekstasi dan Ganja Dibekuk Polisi

“Dari tempat biasa remaja berkumpul, kami menangkap 11 pemuda lainnya, serta tiga bilah senjata tajam dan satu buah ketapel,” ujar Aditya, Senin (14/9/2026).

Penindakan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap aksi tawuran dan kejahatan jalanan yang berpotensi mengganggu keamanan serta kenyamanan masyarakat pada malam hingga dini hari.

Editor: Oki Budiman