Transaksi Narkoba, Pemuda Ditangkap, 7 Paket Sabu Disita

oleh
Pemuda berinisial A ditangkap pihak Kepolisian. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Peredaran narkotika kembali terbongkar di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah setelah polisi menangkap seorang pemuda berinisial A (19) dengan barang bukti 7 paket sabu di kawasan Kelurahan Pinang Sori, Kecamatan Pinang Sori, Rabu (24/6/2026) dini hari.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 02.30 WIB di pinggir jalan Lingkungan VI, lokasi yang diduga sudah lama menjadi titik rawan transaksi narkoba. Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Tapteng bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat yang resah atas aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu kotak rokok yang disimpan pelaku di tangan kanannya. Di dalamnya terdapat tujuh paket sabu yang dikemas dalam plastik klip bening, siap edar.

Dalam pemeriksaan awal di lokasi, A tidak dapat mengelak dan mengakui barang haram tersebut adalah miliknya. Ia juga menyebut mendapat pasokan dari seorang pria berinisial J, warga setempat di Kelurahan Pinang Sori.

BACA JUGA..  Dorong Penguatan Kompetensi, Honda Indako Perluas Pengalaman Praktik Siswa SMK Binaan di Sumut

Namun upaya polisi untuk menangkap J belum membuahkan hasil. Terduga pemasok itu berhasil melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian aparat.

Kasat Narkoba Polres Tapteng, AKP J. Munthe, menegaskan pihaknya tidak akan berhenti pada pelaku lapangan saja. Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk mengungkap pemasok utama yang diduga masih beroperasi di wilayah tersebut.

“Kasus ini tidak berhenti di sini. Kami terus memburu jaringan di atasnya,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

BACA JUGA..  GSN di Labura, Polisi Bongkar Lokasi Diduga Tempat Transaksi dan Konsumsi Narkotika

Saat ini, A beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Tapteng untuk proses hukum lebih lanjut berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Barang bukti juga telah dikirim ke Laboratorium Forensik untuk pemeriksaan lanjutan.

Kasus ini kembali menyoroti bahwa peredaran sabu di tingkat desa masih berlangsung aktif, menyasar kalangan muda sebagai pengedar sekaligus pengguna.

Editor: Oki Budiman