Banggar DPRD Temukan Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran Sterilisasi Rp3,4 M dan Laser Batu Ginjal Rp5,33 M di RSUD Amri Tambunan

oleh
Banggar DPRD Deli Serdang Saat Mengunjungi RSUD Amri Tambunan.

POSMETRO MEDAN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Deli Serdang melakukan kunjungan lapangan terkait Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, yakni RSUD Amri Tambunan, Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup. Selasa 15/9/2026.

Kunjungan ke RSUD Amri Tambunan dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Deli Serdang sekaligus Koordinator Banggar H. Hamdani Syahputra S.Sos MH bersama Wakil Ketua DPRD Kuzu Serasi Tarigan SE dan anggota Banggar DPRD Deliserdang Dr. Misnan Al Jawi SH MH, Drs. H. Abdul Rahman serta H. Dwi Andi Syahputra Lubis.

Kedatangan Tim Banggar DPRD Deli Serdang hanya diterima Wakil Direktur Bagian Administrasi Umum dr. Evy Yanti Hutagalung, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medis Prana Jaya S.Kep.Ners, Wakil Direktur Bagian Pendidikan, Pelatihan, Penelitian dan SDM drg. Ahmad Sofyan Hidayat dan jajaran manajemen lainnya.

dr Evy Hutagalung menyampaikan, Direktur RSUD Amri Tambunan dr. Erlinda Yani, MKM sedang ada kegiatan di Dinas Kesehatan Provinsi dan lanjut ke RSUP Adam Malik kemudian tim Banggar pun meninjau langsung peralatan-peralatan medis yang pernah dibeli.

BACA JUGA..  Ruko Ditinggal Liburan Dibobol, Residivis Narkoba & 4 Rekannya Gasak Harta Korban

Dalam kunjungan itu, Banggar menemukan dugaan ketidaksesuaian antara nilai barang yang dibeli dengan anggaran yang disediakan di RSUD Amri Tambunan, diantaranya alat sterilisasi harganya Rp3,4 Miliar dan alat laser untuk batu ginjal Rp5,033 Miliar.

“Di RSUD Amri Tambunan kita temukan ada yang tidak sinkron. Misalnya anggaran alat sterilisasi harganya Rp3,4 Miliar dan laser untuk batu ginjal Rp5,033 miliar, tapi setelah kita cek fisik dan spesifikasi, nilainya diduga tidak sesuai. Ini akan kita dalami lagi,” ujar Hamdani.

Hamdani menegaskan, temuan tersebut tidak akan berhenti di kunjungan lapangan. Pihaknya akan memanggil ahli untuk melakukan penilaian independen dan merekomendasikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa ulang.

“Kita akan panggil ahli untuk menghitung kewajaran harga. Dan kita akan rekomendasikan BPK untuk audit ulang. Jika ada indikasi kerugian negara, tentu akan kita tindaklanjuti sesuai mekanisme,” tegasnya.

Banggar menemukan dugaan ketidaksesuaian antara nilai barang yang dibeli dengan anggaran yang disediakan di RSUD Amri Tambunan, seperti alat sterilisasi harganya Rp3,4 Miliar dan alat laser untuk batu ginjal Rp5,033 Miliar terkait ini Wakil Direktur Bagian Administrasi Umum dr. Evy Yanti Hutagalung ketika dikonfirmasi mengakui untuk realisasi alat sterilisasi Rp 3.340.000.000 dan alat laser batu ginjal realisasinya Rp 5.033.000.000.

BACA JUGA..  DPRD Deli Serdang Belum Satu Suara Soal Pemekaran Percut Seituan

“Alat sterilisasi
pagu Rp. 3.343.000.000,-
Realisasi Rp 3.340.000.000, dan alat laser batu ginjal
Pagu Rp. 5.167.900.000, realisasi Rp. 5.033.000.000,”katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, Kuzu Serasi Tarigan menambahkan, kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan APBD 2025.

“Kunjungan ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, tapi memastikan uang rakyat dipakai secara benar, efektif dan tidak ada mark-up. Tiga OPD yang kita kunjungi ini kan menyerap anggaran cukup besar, jadi harus transparan,” kata Kuzu.

Kuzu juga menyinggung
tempat parkir motor belum layak. Hal ini lantaran posisinya tempatkan dibawah-bawah pohon. Sehingga dia meminta agar dikemudian hari bisa diperbaiki lagi layanannya.

“Kalau saran saya nggak udah bayar lagi yang naik sepeda motor. Orang yang datang kesini kan banyak yang orang susah jadi ngapain lagi dikutip parkir. Saya lagi berupaya ini supaya tempat-tempat pelayanan umum jangan ada lagi bayar-bayar parkir,” ujarnya.

BACA JUGA..  Buruh Bangunan Nyambi Edarkan Narkoba, Sabu-Ekstasi-Ganja Disita

dr Evy bilang dalam persoalan pengelolaan parkir mereka bekerjasama dengan pihak ketiga. Untuk penerimaan pendapatan sekitar 5 juta perbulan didapat dan masuk dan di setor ke BLUD. ” Masukan yang positif sih (soal layanan parkir gratis untuk sepeda motor). Penerimaan dari pihak ke 3 sekitar 5 juta sebulan. Segitu (dianggap kecil) karena nggak bisa disamakan tarifnya sama RS swasta,” kata dr Evy.

Setelah mendengar pemasukan 5 juta ini, Kuzu menegaskan tidak bakal ada ruginya Pemkab kalau hal itu ditiadakan saja. Layanan khusus parkir sepeda motor diberi gratis. “Ya di sini juga kan banyak petugas keamanan. Kalau nggak mau menggratiskan biar gaji saya saja yang dipotong untuk itu,” katanya.

Selain RSUD Amri Tambunan, Banggar juga melakukan penelusuran anggaran di Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup. Hasil lengkap kunjungan tersebut akan dibawa ke dalam rapat internal Banggar untuk dirumuskan menjadi rekomendasi resmi kepada Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, BPK dan Aparat Penegak Hukum (APH).( Wan)

EDITOR : Putra