POSMETRO MEDAN – Sebuah gedung apartemen di Jalur Gaza, ambruk. Sedikitnya 12 orang termasuk anak-anak tewas dalam insiden tersebut.
Selain itu, ebih dari 100 orang lainnya dinyatakan hilang usai ambruknya gedung apartemen di area Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza itu.
Keterangan Badan Pertahanan Sipil Gaza, seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2026), menyebutkan bahwa gedung apartemen enam lantai yang ada di area Tal al-Hawa, Kota Gaza itu ambruk pada malam hari, dengan puing-puingnya menimpa rumah-rumah dan tenda-tenda pengungsi yang ada di sekitarnya.
Juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, yang beroperasi sebagai layanan penyelamatan di bawah otoritas Hamas, Mahmoud Basal, menuturkan kepada AFP bahwa gedung itu mengalami kerusakan struktural akibat serangkaian serangan Israel.
“Sejauh ini, sedikitnya 12 orang martir, termasuk lima anak-anak, telah ditemukan,” ujar Basal dalam pernyataannya.
Gedung apartemen itu, menurut Basal, telah berkali-kali dihantam serangan Israel pada tahun 2024 dan pada Maret 2025 lalu, yang memicu peringatan bagi warga Gaza untuk tidak kembali ke dalam bangunan tersebut.
“Mereka tidak punya pilihan lain. Tanpa ketersediaan tenda atau rumah, mereka tinggal di bangunan yang retak dan rusak meskipun ada risiko bangunan itu ambruk,” kata Basal.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagian besar bangunan di Jalur Gaza telah rusak atau hancur akibat serangan-serangan Israel.
Akibat banyaknya warga Gaza yang kehilangan tempat tinggal, dan kelangkaan parah material bangunan, banyak pengungsi yang nekat menempati bangunan-bangunan yang kondisinya sudah tidak kokoh.(bbs)










