Puluhan Preman Serang Karyawan PT Belawan Indah, 4 Korban Kritis Dibacok

oleh
TKP penyerangan dan mobil dirusak preman bayaran.

POSMETRO MEDAN – Gegara Polres Belawan sejak dari awal tidak mau bertindak, puluhan preman bayaran menyerang para sopir dan karyawan PT Belawan Indah, Sabtu (20/6) sekitar pukul 10.00 wib.

Akibat serangan mendadak itu, ratusan sopir dan kondektur yang bekerja di PT Belawan Indah yNg beralamat di Jalan Besar Medan – Belawan, Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, berhamburan keluar menyelamatkan diri. Dikabarkan 4 orang kritis akibat bacokan dan pukulan benda tumpul dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Informasi diperoleh, serangan mendadak itu terjadi Sabtu (10/6) sekitar pukul 10.30 wib, saat karyawan termasuk sopir dan kondektur sedang sibuk bekerja. Para preman bayaran itu menyerang dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul.

Aksi preman bayaran itu sudah sering terjadi. Namun, pihak kepolisian setempat tidak mau bertindak tegas. Bahkan, para preman diduga bayaran PT SBP itu tidak mengindahkan hasil mediasi yang menyatakan agar pihak PT SBP tidak membuat keributan yang berakibat tindak pidana.

Kesempatan juga disebutkan agar PT.SBP tidak membangun tembok beton sebelum izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Namun sampai Sabtu (20/6) himbauan itu dilanggar bahkan para preman menyerang para karyawan PT BI .

Puluhan sopir dan kernet PT BI yang diwawancarai dilokasi kejadian mengatakan, mereka tidak dapat berbuat banyak karena para preman datang secara tiba-tiba., membawa senjata tajam dan benda tumpul.

BACA JUGA..  Raih Prestasi Internasional dan Punya "Mental Juara", Rico Waas Bangga Anak Medan Harumkan Nama Bangsa di Kancah Global

Sebagian besar pekerja dan sopir serta kerbek berlarian keluar dari areal PT.BI untuk menyelamatkan diri.

“Terpaksa lah kami bertahan yang puluhan orang ini, kami cari makan di PT BI kok ditindas terus-terusan. Dari seminggu lalu lebih ke kepolisian sudah disampaikan, ini nyawa masyarakat di PT BI terancam dari penindasan para preman,” kata seorang supir truk PT BI di lokasi.

Masih kata supir truk PT BI, “Kami akan terus bertahan sampai titik darah penghabisan, sampai kami dapat bekerja dengan aman lagi, kami akan ikut mengawal ini,” ucapnya meminta demi keamanan namanya tidak ditulis, Sabtu (20/6/2026).

Pantauan langsung di lokasi, beberapa sopir dan pekerja yang mengalami luka-luka langsung dibawa teman-temannya naik sepeda motor menuju rumah sakit Pelindo.

Selain mengalami luka-kuka, para preman bayaran yang berasal dari salah satu Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) itu turut merusak dan menggulingkan mobil mini bus Toyota BK 1599 OY milik mandor PT BI berikut belasan sepeda motor dijarah para preman.

“Sudah jatuh korban akibat para preman ini, gak tau apakah nyawa kawan kami bisa selamat atau tidak, kawan yang jadi korban udah dilarikan ke rumah sakit dekat sini,” tambah supir truk PT BI lainnya.

BACA JUGA..  Pemilik 12,36 Gram Ganja Diamankan Polres Pematangsiantar

Para preman dari pihak PT.SBP turut mengancam seorang ibu rumah tangga yang mencoba mengabadikan gambar para pelaku dengan ponsel ketika merusak sebuah mobil, para preman memaksa wanita itu harus menghapus foto.

DIDUGA SENGAJA TERLAMBAT DATANG

Sekitar 1 jam lebih peristiwa penyerangan dan pembantaian para pekerja PT.BI, barulah pihak kepolisian datang kelokasi.

Rumah sakit PT Pelindo tempat para korban dirawat kini dijaga aparat kepolisian.

Hingga Pukul 13.30 wib, aksi preman masih berlanjut. Mereka dengan mengenderai sepedamotor dan membawa senjata tajam konpoi mengitari PT.BI dengan menggeber-geber sepeda motor. Masyarakat sekitar lokasi juga mengaku sangat resah dengan aksi para preman bayaran tersebut.

Kuasa Hukum PT BI, Dr Darmawan Yusuf SH SE MH MPd mengatakan mengecam keras aksi massa preman yang diduga dibayar tersebut, dan menegaskan agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.

“Mengapa para pelaku penyerangan itu bisa leluasa berkali-kali melakukan aksi kriminal di PT BI tanpa takut sedikitpun dengan hukum. Kita desak Polres Pelabuhan Belawan segera tangkap para preman diduga bayaran ini, kita punya gambar lengkap setiap inci aksi perbuatan mereka di PT BI ,” tegas Pengacara nasional ternama itu, sembari menambahkan, seret juga aktor intelektual dan penyandang dana para preman penyerang.

BACA JUGA..  Penjual 'Garam Cina' Digolkan, 9 Paket Sabu Disita

“Sekali lagi kepada Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi mohon atensinya, tuntaskan penyerangan berdarah ini. Negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut, dan tidak boleh tunduk pada premanisme, sikat tuntas semua yang terlibat menyerang PT BI, khususnya masyarakat, para pengusaha, harus terbebas dari aksi premanisme,” tutupnya, berharap para korban yang terluka dan sedang dirawat di rumah sakit jangan sampai jadi korban jiwa, dapat selamat.

IKHWAL KEJADIAN

Kejadian ini berawal pada Kamis 11 Juni 2026 sejak PT SBP mulai membangun pagar tembok tinggi di tanah milik PT BI. Kemudian, dilakukan mediasi oleh Forkopimcam Belawan yang dihadiri langsung Kapolsek Belawan, Danramil, Camat Medan Belawan dan Dinas Perukim TRTB Medan, agar pihak PT SBP menghentikan pembangunan tembok yang dilakukan, dengan dasar tidak memiliki izin PBG dan menghindari terjadinya konflik menimbulkan pelanggaran hukum.

Namun pihak PT SBP melalui diduga kaki tangannya terus melakukan penembokan pagar hingga saat ini.

 

EDITOR : Putra