POSMETRO MEDAN – Operasi penyakit masyarakat (Pekat) dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) remang-remang kawasan Bonan Dolok, Desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi, Sabtu (11/10) malam s/d minggu (12/10) dini hari.
Hasilnya, delapan pelayan kace diamankan petugas. Mirisnya, empat di antaranya diketahui masih di bawah umur.
Kepada wartawan, Plt. Kasatpol PP Tapteng, Harrys PT Sihombing mengatakan, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menertibkan penyakit masyarakat.
“Saat razia dilakukan, para pelayan kafe sedang asyik duduk bersama tamu. Setelah diperiksa, ternyata empat orang di antaranya masih berusia 14 dan 15 tahun,” ungkap Harrys.
Delapan pelayan perempuan yang diamankan masing-masing berinisial BP (15) dan AS (14), warga Kota Padangsidempuan, RR (14) dan AJAH (14), warga Medan Martubung
Serta MU (23), KS (20), DL (39), dan JS (20), yang juga berasal dari wilayah Medan dan sekitarnya.
Seluruh pelayan kafe tersebut dibawa ke Kantor Satpol PP Tapteng untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Setelah proses pendataan, mereka diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tapteng untuk pembinaan di Rumah Singgah.
Penyerahan dilakukan oleh Kasi Operasional Satpol PP Tapteng, Haradongan Sianturi, kepada Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Tapteng, Yulnofastinus Waruwu.
Pihak Dinsos juga melibatkan Pekerja Sosial Rehabilitasi Sosial Masyarakat (PSRSM) untuk melakukan asesmen terhadap para pelayan kafe tersebut.
“Dinas Kesehatan juga telah melakukan tes HIV terhadap kedelapan pelayan tersebut, dan hasilnya semua dinyatakan negatif,” ucap Harrys.
Sementara itu, Plh. Kepala Dinsos Tapteng, Mariati Simanullang mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan UPTD Parawansa Dinsos Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk melanjutkan pembinaan terhadap para pelayan yang diamankan.
Ia menegaskan, perhatian khusus akan diberikan kepada empat pelayan yang masih berstatus anak di bawah umur, agar dapat kembali ke lingkungan yang aman dan mendapat pendampingan sosial.
Editor : Oki Budiman












