Warga Demo Kantor Bupati Deli Serdang,Tuntut Kades Mbaruai Dipecat

oleh
Warga Desa Mburai Unjuk Rasa di Kantor Bupati Deli Serdang

POSMETRO MEDAN – Puluhan warga Desa Mburai, Kecamatan Biru Biru, Kabupaten Deli Serdang melakukan aksi demo di Kantor Bupati Deli Serdang. Rabu,11/9/2025.

Massa yang menamakan diri Forum Masyarakat Mburai menuntut Bupati memecat Kelapa Desa mereka saat ini karena diduga sudah melakukan penyalahgunaan Anggaran dan kewenangan sebagai Kepala Desa.

Aksi unjuk rasa Forum Masyarakat Desa Mbaruai dipimpin oleh Naik Barus (Korlap) dan Evi Nora Br Sitepu (Koraksi) dengan jumlah massa sekitar 20 orang dalam orasinya, warga menuntut tindak lanjut laporan aduan masyarakat yang berisi 19 laporan tentang penyalahgunaan anggaran dan wewenang yang dilakukan oleh Kepala Desa ambaruai Efendi Ginting.

Warga menuding Pemkab tidak merespon tindak lanjut laporan warga yang sudah berbulan-bulan belum menemukan titik terang dari pihak Inspektorat Deli Serdang.

Pasalnya hingga saat ini, Kepala desa mbaruai tidak mau duduk bersama bermusyawarah dengan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan di desa.

RDP yang sudah dilakukan oleh Komisi I DPDR Deli Serdang pada hari rabu tanggal 07 mei 2025 pukul 14.00 wib dengan kepala desa mbaruai dan masyarakat sampai dengan sekarang belum ada terlaksana sperti yang dibahas didalam RDP tersebut.

BACA JUGA..  Peningkatan Ruas Jalan Gonting–Janji Raja Sepanjang 5 Km di Samosir Dimulai

Keberatan terhadap kepala desa mbaruai yang mengeluarkan surat untuk seluruh masyarakat mbaruai pada tanggal 11 maret 2025,dimana kepala desa mbaruai mengadakan rapat di balai desa dsn II mbaruai untuk mengusir warga Dusun I yang bernama Evi Nora Br Sitepu atas Video live di Facebooknya.

Keberatan kepada kepala desa Mbraui Efendi Ginting atas Kepala Dusun IV Suka Rakyat yang tidak pernah menjalankan tugasnya lagi dimana ia tidak piket,tidak masuk kantor,tidak ikut rapat dan kegiatan apapun tetapi masih tetap menerima gaji/makan gaji buta selama berbulan-bulan dan kepala desa tidak ada melakukan tindakan apapun akan hal tersebut.

Adanya pembangunan MCK di Desa Mbaruai sebanyak 12 MCK yang dibangun tanpa ada Musdus dan Musdes dan tidak ada plank anggaran akan proyek pembangunan MCK tersebut.

” Kami menyampaikan kekecewaan yang sudah hampir setahun yang dilakukan pihak Desa Mbruai. Laporan kami sudah sampai ke Inspektorat dan tipikor namun belum ada kelanjutannya, kades mbruai tidak pernah mau duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini dan Kami tidak mau punya kepala desa yang arogansi dan sombong,” ujar Pendemo.

Mereka juga mengatakan sudah melakukan RDP oleh Oleh Anggota Komisi 1 DPRD Deli Serdang namun belum ada tindak lanjut.

BACA JUGA..  Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Nur Zam- Zam, Ini Tanggapan Kemenag Deli Serdang

Setelah berorasi, lalu massa Unras di temui oleh Pewakilan Inspektorat Deli Serdang dan Dinas PMD Deli Serdang Fuad.

Perwakilan inspektorat menyampaikan, mereka sudah mengunjungi Desa Mbruai untuk melakukan audit investivigasi, saat ini sedang diperiksa.

” Kami bekerja berdasarkan fakta dan ketentuan. LHP yang kami laporkan ditujukan ke tipikor Polresta Deli Serdang,” ucap Pegawai Inspektorat yang menerima massa pendemo.

Dalam pertemuan diterima, perwakilan massa unjukrasa Evi Nora Br. Sitepu, mengatakan ada enam penyampaian keberatan dari mereka ada 19 point yang sudah sampai kepada inspektorat Deli Serdang dan Tipikor Polresta Deli Serdang dilaporkan.

” Kami sudah beberapa kali rapat dengan muspika namun tidak ada hasil titik temu, sampai saat ini kami menunggu bahkan sudah 50 hari. Kepala Desa malah ada pembangunan MCK namun tidak tepat sasaran, sama hal nya seperti beras bulog yang nerima itu yang tidak sesuai. Dalam pembangunan MCK ini tidak ada musyawarah dan kenyataannya MCK ini dibangun tidak tepat sasaran,” Kata Beru Sitepu.

Salah seorang pendemo Rahmat Tarigan mengatakan bahwa masalah ini sudah berlarut larut, awal dan mula muda mudi bermasalah dengan kepala desa namun kades ini sombong mengatakan “Siapa yang tidak suka dengan saya maka silahkan somasi saya”.

BACA JUGA..  Digrebek Polisi, Gubuk Sabu Dibakar, Satu Pria Diciduk

“Warga tersinggung ketika mereka diusir tanpa musyawarah. Sebenarnya pemicu itu adalah kades. Saya sangat sesalkan dipicu kondisi keributan yang buat oleh kades. Kami hanya minta Kades Mbruai Efendi Ginting ditindak tegas diberhentikan oleh Pemkab Deli serdang,” pintanya.

Penyampaian Ketua tim Pemeriksa Inspektorat Iwan Siregar mengatakan, sewaktu surat masuk untuk audit investigasi, yang kami laksanakan ini permintaan dari tipikor Deli Serdang.

” Bukti ini diuji oleh pengadilan, kami berlandaskan pengaduan. Disini bukti kompetennya sah atau tidak maka tidak bisa sebentar untuk uji buktinya ini,” kata Irwan.

Penyampaian Kabag Hukum Setdakab Deli Serdang M. Muslih Siregar mengatakan kepada massa pendemo untuk mempercayakan kepada Inspektorat.

” Saya yakin inspektorat bekerja secara profesional dan maksimal,” ucap Muslih.

Sementara itu Perwakilan Dinas PMD Deli Serdang Fuad, yang menerima masa aksi meminta massa menyampaikan aduan desa untuk disampaikan menggunakan surat ke Dinas PMD Deli Serdang.( Wan)

EDITOR : Rahmar