posmetromedan.com – Seorang pemuda di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, harus berurusan dengan polisi. ASD (23) ditangkap polisi karena menganiaya kedua orangtuanya dengan cara dibacok.
Akibat penganiayaan itu, ibunya RR (47) mengalami luka di kepala hingga 25 jahitan. Sedangkan ayahnya, Potan Aspan Dalimunthe (49) mengalami luka di bagian pelipis.
Kapolsek Sungai Kanan Polres Labuhanbatu Selatan, Ajun Komisaris P Hutasuhut mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus ini. Hasil sementara, penganiayaan itu dipicu oleh rasa sakit hati pelaku. Dia sakit hati karena disebut pemalas.
“Sebelumnya, keluarga ini sudah terlibat perselisihan dan Ibu pelaku kerap melontarkan kata-kata malas, tidak bekerja, sejak pulang dari daerah di Provinsi Riau. Ia terprovokasi saat melihat ibunya mengupas pisang dan melakukan aksi kejam itu,” kata Hutasuhut.
Dalam kejadian itu, pelaku menyerang ibunya dengan parang. Ayahnya yang melihat langsung melerai. Nahas, ayahnya juga terkena serangan.
Saat melakukan penyerangan kepada kedua orangtuanya, pelaku diduga dalam pengaruh alkohol. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa parang dan baju pelaku.(idn)












