POSMETRO MEDAN – Musibah kebakaran menimpa seorang janda lanjut usia, Marsita Sihombing (60), warga Batang Hari, Desa Pegagan Julu VII, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, pada Minggu (14/6/2026). Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal sekaligus sumber penghidupan korban hangus dilalap si jago merah saat ditinggal menghadiri ibadah gereja.
Peristiwa yang terjadi pada siang hari itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi dari lokasi kebakaran terlihat dari kejauhan, membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan dan berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.
Menurut informasi yang diperoleh, saat kejadian Marsita Sihombing sedang mengikuti ibadah Minggu di gereja. Rumah dalam keadaan kosong ketika api mulai muncul dan dengan cepat membesar. Material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat menghanguskan sebagian besar bangunan beserta isi rumah.
Tidak hanya tempat tinggal, kebakaran juga meluluhlantakkan usaha kelontong milik Marsita yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berbagai barang dagangan, peralatan usaha, serta kebutuhan pokok yang tersimpan di dalam rumah tidak sempat diselamatkan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi, Amudi Parulian Situmeang, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.15 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.
“Begitu laporan masuk, personel segera berangkat ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar rumah korban,” ujar Amudi.
Setibanya di lokasi, petugas menghadapi kobaran api yang sudah cukup besar. Dengan bantuan warga, proses pemadaman berlangsung hingga api berhasil dikendalikan dan tidak menyebar ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.
“Untuk sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini,” jelas Amudi.
Meski tidak menimbulkan korban manusia, kebakaran tersebut meninggalkan duka mendalam bagi Marsita Sihombing. Dalam hitungan menit, rumah yang menjadi tempat bernaung sekaligus usaha yang menopang kehidupannya habis terbakar. Kerugian material akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian mengaku prihatin dengan musibah yang dialami korban. Mereka berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, serta berbagai elemen masyarakat untuk membantu meringankan beban Marsita yang kini kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan yang telah lama digunakan. Pemeriksaan berkala terhadap jaringan listrik dinilai perlu dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian besar.
Editor: Oki Budiman












