Evaluasi Penyaluran LPG dan BBM, Pemko Tebing Rakor bersama Polres

oleh
Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setdako Tebingtinggi, menggelar Rakor dan Evaluasi Penyaluran LPG 3 kg dan BBM Periode Januari 2024, Rabu (21/02/2024). (Ridwan Manurung/Posmetromedan.com)

Posmetromedan.com – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melalui bagian Perekonomian dan Pembangunan Setdako, menggelar Rapat Koordinasi (rakor) dan Evaluasi Penyaluran LPG 3 kg dan BBM Periode Januari 2024, Rabu (21/02/2024) di ruang aula lantai IV Gedung Balai Kota Jl. Dr. Sutomo.

Rakor dipimpin Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) yang juga menjabat sebagai Kabag Perekonomian, Ir. Nasrullah bersama Kasat Reskrim Polres AKP. Rudianto Silalahi, S.H., M.H.

Ptl. Asisten Ekbang Ir. Nasrullah menyampaikan, sesuai SK Walikota Tebing Tinggi Nomor 500/1057/2023, harga eceran tinggi (HET) LPG 3 kg tahun 2023 untuk agen diharga Rp 15.000 dan pangkalan Rp 17.000 sedangkan kuota LPG 3 kg untuk tahun 2024 sebanyak : 6.684 MT atau 2.228.000 tabung, hal ini berdasarkan Surat Sekretaris Daerah Provsu Nomor: 500.10/96/2024, tanggal 31 Januari 2024.

BACA JUGA..  PKB Karo Buka Pendaftaran Balon Bupati Pilkada 2024

“Mudah-mudahan sampai menjelang bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri, bisa teratasi semua,” kata Ir. Nasrullah.

Plt. Asisten Ekbang berharap, melalui acara ini, dapat bertukar pikiran, dalam pelaksanaan tugas baik tim maupun agen dalam pendistribusian dan pangkalan.

“Dan kita harap tidak ada masalah dalam pendistribusian ini, baik bahan bakar minyak dan gas kepada masyarakat di Kota Tebingtinggi. Itulah inti pertemuan kita hari ini, kami mengundang seluruh tim koordinasi penyaluran LPG, agen dan pangkalan serta pengelola SPBU yang ada di Kota Tebing Tinggi,” ungkap Ir. Nasrullah.

BACA JUGA..  Sulhan Sitompul Kembali Maju Pilkada Sibolga, Kali Ini Jalur Partai

Adapun agen LPG di Kota Tebingtinggi sebanyak 5, pangkalan 170 sedangkan SPBU sebanyak 8.

Sementara, Kasat Reskrim AKP. Rudianto Silalahi, S.H., M.H. meminta kepada pelaku usaha pangkalan, agen maupun kepada pengelola SPBU, agar tidak menyalahgunakan ketentuan yang sudah ada.

“Jangan sampai terjadi, karena yang 3 kg termasuk subsidi, 12 kg non subsidi. Jadi para penyalur silahkan untuk benar-benar menyalurkan kepada warga yang membutuhkan, jangan sampai terjadi kelangkaan. Begitu juga dengan SPBU, jangan sampai terjadi kesalahan,” terang Kasat Reskrim.

Iwan mewakili Pt. Maruli Eco Gasindo selaku agen LPG 3 kg, mengungkapkan bahwa pihaknya menekankan kepada pangkalan yang berada di bawah naungan PT. Maruli Rco Gasindo, untuk menggunakaan Monika LPG.

BACA JUGA..  Petani dan Pensiunan di Tapsel Kompak Pilih Pemimpin yang Berintegritas

“Monika memang itu wajib oleh pangkalan menjadi aturan yang dilakukan sekarang ini untuk penyalurannya. Kalau untuk penyaluran gas, dari kami aman-aman saja tidak ada kendala,” pungkasnya.

Sedangkan pangkalan Aryo Harahap, yang berada dibawah naungan agen Adiras Sentra Perkasa, berharap agar tidak adanya lagi jadwal tertunda apalagi menjelang puasa dan Idul Fitri.

“Masyarakat sangat membutuhkan. Semoga tidak ada kendala lagi di jadwal pendistribusian,” tutupnya.

Turut hadir OPD terkait, pelaku usaha SPBU, agen dan pangkalan LPG dan tamu undangan serta tim peliputan Diskominfo. (*)

Reporter: Ridwan Manurung
Editor: Maranatha Tobing