Briptu FF Manullang Siksa Istri, Dua Balitanya Ditelantarkan di Jalan

oleh
Briptu FF Manullang bersama istrinya, Sunny Sinaga.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com–Mengaku kerap mendapat siksa, Sunny Sinaga mempropamkan suaminya, Briptu FF Manullang ke Polres Tapanuli Utara. Harapannya, sang suami diberi hukuman setimpal.

Sebab selain menganiaya dirinya, Briptu FF juga pernah tega menelantarkannya bersama kedua anaknya yang masih balita di jalanan saat subuh dan cuaca gerimis.

Tak puas sekedar melaporkan sang suami, Sunny juga membeberkan kehidupan rumah tangganya lewat media sosial. Langkah ini diambilnya dengan harapan laporan pengaduannya ditindaklanjuti sampai tuntas.

Dalam postingannya, Sunny mengungkap suaminya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Pahae Julu dan ditugasi menangani 9 desa dan 1 kelurahan.

Pada postingan yang diunggah pada 2 Juli 2022, Sunny mengaku pandangan matanya terganggu (kabur) akibat dianiaya suaminya. Karenanya dia minta bantuan agar mendapatkan keadilan.

Sebab meski sudah beberapa kali mengadu ke Polsek dan Polres, Briptu FF tidak pernah ditindak. Parahnya, Provost Polsek Pahae Julu malah memarahinya karena mengadu ke Polres.

Sedihnya lagi, masih menurut curhat Sunny lewat postingannya, ibu mertuanya juga kasar terhadapnya. Suatu waktu, Sunny dianiaya dihadapan kakak dan adik kandungnya.

Ketika itu, sang mertua memukul kuping kirinya hingga menyebabkan pendengarannya terganggu. Sementara akibat penganiayaan Briptu FF, kepalanya harus menerima 5 jahitan. Benturan pada kepala sempat membuan pandangannya kabur dan hilang rasa.

Selain siksa fisik, siksa batin juga dialami Sunny. Kata ibu Bhayangkari ini, dirinya pernah dipulangkan Briptu FF kepada orangtuanya. Dan tindakan itu didengar Sunny langsung atas saran ibu mertuanya.

BACA JUGA..  Roy Suryo Ditangkap, Kasus Ijazah Jokowi

Hanya saja, beberapa waktu kemudian Sunny dijemput kembali dari rumah orangtuanya. Proses penjemputan Sunny bahkan dilakukan secara aturan adat berlaku.

Hal paling memilukan bagi Sunny, dirinya pernah ditelantarkan di tengah jalan bersama dua buah hatinya yang masih balita. Kala itu, hari masih subuh dan cuaca sedang gerimis.

“Sudah pernah saya dan anak-anak saya dicampakkan di jalan jam 4 pagi oleh suami. Saat itu anak saya Sello berumur 1,3 tahun dan Queen berusia 4 bulan. Bayangkan, saat itu dingin gerimis tanpa selimut untuk anak-anakku,” kenangnya.

Sunny menilai suaminya bukan lah bapak yang baik. Terlebih, Queen terlahir prematur. Dari semua siksa fisik dan bathin yang diterimanya, Sunny berharap bisa mendapatkan keadilan.

“Aku hanya ingin keadilan BAPAK PRESIDEN DAN BAPAK KAPOLRI tolong mereka yang melakukan kekerasan!! Atau sampai aku BUNUH DIRI DULU BARU BISA DITANGANI KASUS,” imbuh Sunny di salah satu paragraf unggahannya.

Sikap putus asa yang diungkapkan wanita ini dikarenakan dirinya sudah trauma bertemu dengan Briptu FF dan keluarganya.

“Kemana aku mengadu supaya cepat ini diproses bapak ku!!!,” ratapnya.

Pada postingan yang diunggah 3 Juli 2022 di laman media sosialnya, Sunny menyebut dirinya sudah cukup lama bersabar menjalani kehidupan rumah tangganya.

Sekian lama dia bertahan bukan karena kekuatannya, melainkan lebih kepada memikirkan nasib kedua anaknya. Dan terkini, dirinya telah membulatkan tekad tak mau berdamai.

BACA JUGA..  Puluhan Preman Serang Karyawan PT Belawan Indah, 4 Korban Kritis Dibacok

“TIDAK ADA LAGI KATA MAAF UNTUK MU..!! BIARLAH HUKUM YANG BERBICARA KEPADA MU DAN APA YANG telah kau lakukan. Semoga setimpal dengan semuanya,” imbuhnya.

Wanita ini juga menyebut sudah bosan mengadu ke Polsek dan Polres. Sebab mediasi damai hanya dilakukan sebatas kata-kata tanpa pernyataan tertulis.

Terakhir kali melapor ke Polres, Kapolsek Pahae Julu dan Provost Pahae Julu justru terkesan menyudutkannya. Perseteruan Sunny dan suaminya dinilai mengganggu mereka.

Saking kesalnya, Kapolsek bahkan menyarankan Sunny dan Briptu FF perang lewat hukum berlaku dengan sama-sama melapor. Menurut sang kapolsek, langkah itu nantinya bakal mengungkap siapa sebenarnya yang salah diantara mereka berdua.

Langkah Sunny memposting keluh kesahnya pun menjadi viral. menyikapi hal ini, Briptu FF akhirnya angkat bicara. Dalam rekaman video verifikasinya, ayah dua anak ini menyebut jika pertengkaran dalam rumah tangganya sudah lama berlalu.

“Pertengkaran kami ini memang sebenarnya kegiatan di keluargaku, ia tidak menyetujui aku melihat ke tempat keluargaku, itunya sebenarnya,” ujar Briptu FF.

Menurutnya, sang istri kerap berlaku kasar terhadapnya bahkan menganianya. Dan masalah dalam keluarga mereka sudah selesai. Hanya saja, Sunny kerap mengungkit persoalan lama.

“Ia merasa agak tertekan. Aku pun bingung. Udah kubilang sama dia, udahlah mak, ‘yang berlalu biarlah berlalu. Jangan lagi diungkit-ungkit’. Tapi ia tetap bersikeras mengungkit. Setiap kali kami ada masalah, ia selalu mengaitkannya ke keluarga saya. Kalau ia tidak puas, ia selalu lalu tangan pada saya,” ungkap Briptu FF.

BACA JUGA..  Bus Travel Tujuan Langkat Tabrakan, 4 Orang Meninggal

Tidak hanya memukul, istrinya juga sering memijaknya. Dia juga kerap tidak dibukakan pintu jika pulang. Sikap itu pula yang membuat dirinya bingung.

Lanjut Briptu FF, dirinya juga pernah dipermalukan di depan umum. Sunny memijak-mijaknya di hadapan orang banyak. Pun begitu, dirinya tetap memaafkan sang istri.

“Saya udah tertekan. Ke Polsek pun gitu juga dia. Sudah dimediasi di Polsek, tetap juga seperti itu,” sambungnya.

“Setiap kali ada pertengkaran, selalu ia kaitkan dengan orang tua,” ujarnya.

“Mengenai video yang diunggah di facebook, benar itu. Itu tahun yang lalu, ada yang dua tahun lalu dan itu sudah diselesaikan melalui jalur kekeluargaan atau mediasi,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Taput AKBP Ronald Sipayung membenarkan adanya laporan Sunny terhadap personelnya.

“Minggu lalu sebelum si istri (pelapor) buat LP di Polres. Susah kita panggil dua kali,” ujar AKBP Ronald Sipayung.

“Karena tidak ada titik temu, si istri akhirnya buat LP. Jumat buat LP. Sekarang sedang proses pemeriksaan saksi-saksi. Proses penyidikannya sedang berjalan,” sambungnya.(*)

 

REPORTER: Aris Barasa

EDITOR: Hiras Situmeang