POSMETROMEDAN.com-Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Tanah Karo berunjuk rasa di depan Mapolres Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Rabu(25/05) pukul 13.10 WIB.
Massa yang dikordinir Andri Ginting mendesak Polres Karo segera mengusut sampai tuntas aksi premanisme di Puncak 2.000 Siosar.
Puluhan massa awalnya berkumpul warung kopi, seberang Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Tigabaru Kabanjahe.
Berbekal pengeras suara dan spanduk, massa bergerak menuju Polres Karo.
“Usut Sampai Tuntas Aksi Premanisme di Puncak 2.000 Siosar,” demikian tulisan di atas spanduk yang dibawa massa.
“Usut tuntas otak pelaku penganiaya warga di Puncak 2.000 Siosar,” pekik orator.
Kapolres Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar langsung menemui pengunjuk rasa.

“Kita mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan kasus yang terjadi beberapa hari lalu di Puncak 2.000 Siosar,” tutur Ronny.
Kata Ronny, kasus Puncak 2.000 Siosar sudah diproses hukum dan ditetapkan beberapa orang tersangka.
“Ada 17 orang yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak 16 orang dari PT BUK dan 1 orang dari pihak masyarakat,” jelas Ronny.
Ronny berkomitmen objektif dalam menangani kasus Puncak 2.000 Siosar.
“Kami sebagai penegak hukum akan berdiri di tengah-tengah,” pungkas Ronny.
Setelah mendapat penjelasan dari Kapolres Karo, massa membubarkan diri dengan tertib.(*)
REPORTER: Edi
EDITOR: Sormin












