Lawan PT. BUK, Ratusan Warga Pagari Puncak 2000 Siosar

oleh -340 views
KOMPAK: Warga kompak melawan PT. BUK. (EDY/POSMETRO MEDAN)

POSMETROMEDAN.com – Ratusan masyarakat adat Desa Sukamaju (Talinkuta), Kecamatan Tigapanah, Karo, melakukan perlawanan terhadap PT BUK dengan memagari kembali tanah adat masyarakat yang telah diserobot PT BUK di Puncak 2000 Siosar Karo, Sabtu (16/10/2021).

Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Desa Sukamaju, Simon Ginting didampingi kuasa hukum masyarakat, Imanuel Elihu Tarigan SH kepada wartawan, Minggu (17/10/2021) di Kabanjahe.

“Masyarakat telah bergerak bersama-sama untuk mempertahankan tanah adatnya dari penguasaan lahan yang dilakukan oleh PT BUK yang mengklaim tanah hak milik Desa Sukamaju berada di lahan HGU (Hak Guna Usaha)-nya,” ujar Simon Ginting.

Adapun lokasi pemagaran yang dilakukan warga berada di areal tiang gapura dan bangunan “Cafe Meriah” di Puncak 2000, karena lokasi itu berada di kawasan tanah adat masyarakat Desa Sukamaju.

Sementara itu, Imanuel Elihu Tarigan yang ikut menyaksikan aksi pemagaran tersebut menjelaskan, diambil-alihnya tanah adat oleh masyarakat dikarenakan tanah tersebut bukan milik PT BUK.

PT BUK juga tidak mengindahkan surat edaran Bupati Karo yang dikeluarkan pada 30 Juli 2021. Dalam surat edaran Bupati Karo Nomor : 503/1526/DPMPTSP/2021 tersebut, tambah Imanuel, sangat jelas bunyinya.

Yakni memberhentikan sementara segala bentuk kegiatan dan aktivitas PT BUK di Puncak 2000 Siosar, menunggu adanya keputusan yang berkekuatan hukum tetap dari pengadilan.

“Tapi faktanya sampai saat ini oknum-oknum dari PT BUK masih melakukan kegiatan, bahkan diduga menyerobot lahan dengan melakukan pembangunan tiang gapura,” tandas Imanuel Elihu.(edy/ras)

EPAPER

BACA JUGA..  Satres Narkoba Polres Batubara Ringkus Pemilik Sabu Warga Simalungun