Helikopter Kecelakaan di Kalbar, 8 Orang Tewas

oleh
oleh
Proses evakuasi jasad para korban.

POSMETRO MEDAN – Helikopter mengalami kecelakaan di Sekadau, Kalimantan Barat, menyebabkan 8 orang tewas.

Jenazah para korban kemudian diberangkatkan secara bertahap ke rumah sakit rujukan di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026).

Proses pemindahan dilakukan menggunakan helikopter Super Puma milik Lanud Supadio. Armada tersebut mengangkut kantong jenazah dari posko di Lapangan Yonif 642, Sanggau menuju Pontianak, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Setibanya di sana, seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA..  Nelayan Kerang Tewas Jatuh ke Laut

Sebelumnya, evakuasi dari lokasi jatuhnya helikopter di puncak bukit dilakukan sejak Jumat dini hari sekitar pukul 05.00 WIB.

Jenazah kemudian tiba di Posko SAR di Sanggau dan dipindahkan ke ambulans pada pukul 05.52 WIB.

Delapan ambulans selanjutnya diberangkatkan menuju markas Yonif 642/Kapuas sekitar pukul 06.05 WIB dengan pengawalan kepolisian.

Awalnya, seluruh korban direncanakan dibawa ke Pontianak melalui jalur darat dengan estimasi perjalanan sekitar 3,5 jam. Namun, skema tersebut diubah dengan memanfaatkan transportasi udara guna mempercepat proses evakuasi.

BACA JUGA..  Pembunuh Petani Diciduk

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, mengungkapkan bahwa helikopter tersebut diawaki satu pilot, yakni Capt. Marindra Wibowo, serta seorang engineer Harun Arasyid. Selain itu, terdapat enam penumpang, termasuk satu warga negara Malaysia.

“Helikopter tersebut diawaki oleh 1 (satu) orang pilot, yaitu Capt. Marindra Wibowo, serta membawa 1 (satu) orang engineer Harun Arasyid dan 6 (enam) penumpang, yaitu: Mr. Patrick K. (WN Malaysia), Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito,” kata Lukman, dilansir dari CNN Indonesia.

BACA JUGA..  Postingan Berujung Maut, Boru Gultom Dibunuh Tetangga

Helikopter jenis Airbus Helicopters EC130 T2 dengan registrasi PK-CFX yang dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara diketahui melayani rute dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1.

Menurut Lukman, pesawat lepas landas pada pukul 07.37 WIB. Sekitar pukul 08.39 WIB, helikopter mengirimkan sinyal darurat dari wilayah hutan Kalimantan Barat, sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak pada pukul 09.15 WIB. Notifikasi darurat (DETRESFA) kemudian diterbitkan oleh AirNav Indonesia pada pukul 10.43 WIB. (bbs)