Tukang Giling Bakso Dibacok Geng Motor di Simpang Gaperta

oleh
oleh
Korban pembacokan geng motor menjalani perawatan di rumah sakit.

POSMETRO MEDAN – Seorang pekerja penggilingan bakso, Arif Nur Hidayat dibacoki kawanan geng motor di simpang Gaperta, Kamis (16/4/2026) dinihari.

Saat kejadian, warga Gang Pelajar, Gaperta, Medan Helvetia itu mengaku hendak pergi bekerja.

Tindakan brutal kawanan geng motor tersebut membuat Arif mendapat luka bacokan di betis kiri dan sejumlah luka lebam di tubuhnya. Sementara keponakannya, Rizki Aji Setiawan juga menderita sejumlah luka lebam.

Ditemui di rumah sakit, Arif menjelaskan jika peristiwa itu terjadi saat ia hendak berangkat bekerja ke pasar Sei Sikambing untuk bekerja.

Saat itu, ia mengendarai sepeda motor Honda Vario bersama keponakannya Rizki. Setibanya di lokasi, ia mengaku melihat segerombolan geng motor.

“Itu sekitar pukul 03.30 Wib. Pas di depan Masjid NU itu kami sudah kepergok dengan geng motor itu,” katanya, Jumat (17/4/2026).

BACA JUGA..  Pembunuh Boru Gultom Diciduk di Batu Bara

Diuraikannya, Kawanan tersebut ditaksir berjumlah 50 orang dengan mengendarai sekitar 30 sepeda motor. Kawanan itu juga dikatakan membawa berbagai jenis senjata tajam.

Laju sepeda motor paman dan keponakan itu dihadang kawanan tersebut. Keduanya sempat mencoba kabur ke salah satu gang. Namun upaya itu gagal dan mereka dikeroyok komplotan tersebut.

“Kami mau belok ke gang untuk mengelak. Ternyata nggak bisa karena gangnya dipasang portal. Disitu sudah pasrah lah dikejar mereka,” tuturnya.

Teriakan minta ampun dan minta tolong berulang kali diteriakan Arif. Namun tak seorang pun warga yang berani keluar memberikan bantuan.

“Saya nggak tau berapa orang yang memukuli dan membacok saya. Tapi yang saya lihat satu orang beberapa kali mengayunkan senjata tajamnya ke kaki saya. Sampai betis saya robek dan mengeluarkan darah, disitu mereka berhenti,” ujarnya.

BACA JUGA..  Bintara Polda Tewas Dianiaya Senior

Tak cuma luka itu, Arif juga menderita sejumlah luka lebam. Termasuk di bagian paha dan tangan kanannya. “Keponakan saya juga lebam-lebam dipukuli,” katanya.

Arif melanjutkan, saat bertemu komplotan tersebut, ia mengaku tak melakukan perlawanan. Komplotan itu seketika mengejar dan menyerang tanpa bertanya apapun.

“Memang langsung dibacok orang itu saja. Orang itu enggak ada cerita, langsung main hantam saja. Pokoknya aku sudah ampun-ampun, sudah tolong-tolong kan. Aku cuma bisa lindungi kepala ajalah,” ucapnya.

Meski begitu, Arif mengaku jika barang berharganya tidak ada yang hilang. “Handphone, kereta (motor), semuanya utuh. Nggak ada yang hilang,” katanya.

BACA JUGA..  Poldasu Sita 7 Dokumen dari Kantor Diskominfo Tebing Tinggi

Hingga kini, Arif mengaku belum membuat laporan ke Polsek Helvetia. Ia mengaku masih fokus penyembuhan akibat luka yang dideritanya.

“Nanti lah bang. Fokus ke sini dulu. Apalagi ini nggak bisa pakai BPJS. Saya pasien umum. Jadi masih memikirkan kondisi dan biaya dulu,” ujarnya.

Meski begitu, Arif mengaku jika petugas Polsek Helvetia telah menyambanginya dan menginterogasi.

“Sudah ada datang polisi dari Helvetia ke sini menginterogasi. Kalau laporan resmi saya belum ada,” tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Dijelaskannya, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap geng motor tersebut.

“Benar, kemarin korban sudah kita temui dan kita masih melidik pelakunya. Memang korban belum buat laporan, tapi tetap kita lidik,” katanya.(mis)