Aksi Demo di Kantor Bupati Deliserdang Mahasiswa Mulai Bakar Ban

oleh
Mahasiswa Bakar Ban Bekas

POSMETRO MEDAN – Mahasiswa yang mengatasnamakan Kelompok Cipayung Plus di Kabupaten Deliserdang menggelar aksi demo terkait 2.341 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu tidak digaji atau 0 rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Deliserdang di Kantor Bupati, Aksi awalnya kondusif mulai panas setelah pihak Pemkab yang menampung aspirasi dianggap tak berkompeten dalam memutuskan tuntutan, Kamis (16/4/2026).

Dalam aksi demo itu mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Deliserdang meliputi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) dan lainnya membentang spanduk bertuliskan “Sahkan SK Gaji Guru” dan “Matinya Nurani, Penuhi Hak-hak Guru,”. Mereka mulai membakar ban bekas didepan pintu gerbang kantor bupati dan mengancam akan menginap kalau tidak ada pejabat pemkab yang mengabulkan tuntutan mereka.

Salah satu Mahasiswa dari HMI menyampaikan orasinya bahwa Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan tidak memiliki hati nurani karena tidak memberikan gaji 2.341 guru PPPK PW digaji atau 0 rupiah dari APBD Deliserdang. Bahkan Asri Ludin juga dinilai pemimpin yang arogan.

“Pemerintahan apa ini ?, yang membiarkan guru-gurunya lapar, ada 2.341 guru PPPK PW yang tidak dibayarkan digaji,” katanya.

BACA JUGA..  Menjawab Kebutuhan Talenta AI Industri Digital, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikuti IndonesiaNEXT Tahun ke-10

Lalu dia juga mengungkapkan doa-doa orang terzalimi adalah doa yang mustajab (dikabulkan) dan tidak memiliki penghalang antara dirinya dengan Allah SWT.

“Kesabaran guru tanpa keadilan itulah penindasan. (Bupati) itu bukan cuma arogansi harus memiliki hati nurani. Ingat Pak, doa guru yang terzolimi itu dikabulkan,” ungkapnya.

Sementara orator dari Mahasiswa HIMMAH juga menyinggung Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan merupakan bupati “konten” yang menyibukkan dirinya untuk membuat konten di media sosial (Medsos) be berbeda sewaktu masa kampanye yang menjanjikan kesejahteraan guru. “Menaikan citra di media sosial, itu sirna dimata kami. Dimana hati nurani,” katanya.

BACA JUGA..  Bupati Deli Serdang Tak Bayar Gaji Guru, Puluhan Massa Cipayung Plus Demo

Ketua HMI Cabang Deliserdang Fredy Dermawan juga menegaskan Bupati Deliserdang Asri Ludin kepemimpinan arogan yang omon-omon.

“Selama ini Bupati terlihat arogansinya. Contohlah jadilah pemimpin yang baik Presiden Prabowo menjanjikan kesejahteraan guru. Tapi apa Deliserdang nol (gajinya), kalau kata Prabowo omon-omon, malu kita,” pungkasnya.( Wan)

EDITOR : Putra