4 Polisi Ribut di Tempat Pangkas Hingga Todong Pistol

oleh
oleh
Potongan video aksi 4 polisi mengamuk hingga todongkan pistol di tempat pangkas rambut.

POSMETRO MEDAN – Empat pria diduga oknum polisi terlibat keributan di tempat pangkas rambut di Jalan Mustafa, Glugur Darat, hingga menodongkan pistol.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Senin (6/4/2026) dini hari. Pemilik usaha pangkas, Fajar Laia, mengatakan keributan bermula saat dua orang karyawannya, Darman dan Roffi, keluar untuk membeli makanan sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat dalam perjalanan pulang, keduanya tiba-tiba dikejar sejumlah pria di jalan sepi. Karena takut dan mengira pelaku begal, kedua karyawan itu langsung memacu sepeda motor mereka menuju tempat pangkas.

BACA JUGA..  Sidang Perdana Korupsi MFF Digelar Kamis

“Awalnya dua orang karyawan kami keluar sekitar jam 1 malam beli makan. Pas balik, di jalan yang sepi tiba-tiba dikejar. Mereka takut, lari dan tancap gas karena mereka pikir begal, apalagi sudah tengah malam,” kata Fajar, Selasa (14/4/2026).

Menurut Fajar, para pria yang mengejar itu bahkan mengeluarkan benda mirip pistol dan menodongkannya sambil terus membuntuti karyawannya hingga masuk ke lokasi pangkas rambut.

“Orang yang ngejar tadi sampai ke dalam pangkas. Lalu memulai keributan sambil ngomong kasar dan mengeluarkan pistol, menodongkan ke salah satu kawan kami. Makanya ribut sampai tonjok-tonjokan,” ujarnya.

BACA JUGA..  Sabu 1,2 Kg Direbus & Dikubur, 7 Tersangka Terjerat

Dalam keributan itu, salah seorang pria disebut mengaku sebagai polisi. Bahkan pria tersebut sempat melontarkan pernyataan yang membuat karyawan ketakutan.

“Dia ngaku polisi, sambil ngomong ‘aku kemarin yang tembak mati begal itu’. Dia sempat sebut tempatnya, tapi saya sudah nggak ingat,” tutur Fajar.

Karena merasa terancam, para karyawan yang berada di lokasi panik dan ketakutan. Setelah menelusuri informasi dari sejumlah sumber, Fajar mengaku mendapat kepastian bahwa para pria tersebut memang anggota polisi, bahkan dua di antaranya disebut kakak beradik.

BACA JUGA..  Pak Guru Nyambi Bisnis Sabu dan Inex

“Karena merasa terancam, karyawan di situ jadi takut. Setelah kami cari info dari beberapa sumber, mereka memang polisi dan dua di antaranya kakak beradik,” katanya.

Atas kejadian itu, pihak usaha pangkas rambut telah membuat laporan resmi ke Polda Sumatera Utara dan berharap kasus tersebut segera diproses.(mis)