PPA Polres Karo Mediasi Penganiaya Anak Dibawah Umur, Ibu Korban Minta Kasus Lanjut

oleh -160 views
Korban (wajah ditutup) bersama ibunya dan pihak lembaga bantuan hukum saat di Polres Tanah Karo. (Edi)

POSMETROMEDAN.com – Kasus tindak pidana terhadap anak dibawah umur, yang laporan pengaduannya sejak tahun lalu di Polres Karo, memasuki babak baru tapi gagal. Ya, pihak korban tidak mau berdamai. Ibu korban minta penganiaya anaknya harus menerima hukuman.

Pihak Polres Karo dalam hal ini unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), berupaya melakukan mediasi antara pelaku (tersangka) dengan pihak korban.

Upaya perdamaian tersebut digelar di ruang mediasi unit PPA polres Karo, selasa (10/8/2021) sekira pukul 10.30. Wib.

Saat dikonfirmasi, ibu korban, RS (29) didampingi lembaga bantuan hukum dan Dinas PP, mengaku tidak mau berdamai. Keluarga tetap pada pendiriannya, kasus tersebut dilanjutkan sampai persidangan sehingga, pelaku RT (35) mendapat hukuman setimpal perbuatannya.

BACA JUGA..  Bupati dan Wakil Bupati Karo Beli Mobil Dinas Ditengah Pandemi Covid-19

“Karena hampir setahun proses hukum sudah berjalan, tidak pernah ada niat terlapor meminta maaf kepada keluarga kami. Sekarang sudah status tersangka baru bicara mediasi, anehnya lagi pada saat di ruang mediasi tersangka tidak ada sepatah kata pun mengucapkan kata maaf apalagi minta berdamai,” ujar ibu korban.

Terkait rencana mediasi yang gagal, dan kapan berkas penganiayaan anak dibawah umur ini dilanjutkan, Kanit PPA Polres Karo, Tina Nainggolan yang dikonfirmasi lewat WA, beliau hanya menjawab, “Akan diperoses dulu pak,” katanya singkat.

Diketahui, rencana mediasi yang digagas Polres Karo, ibu korban turut didampingi pihak Kadis Dinas PP Maria br Tarigan SH, Lembaga Perlindungan Anak (Burhan sembiring).

BACA JUGA..  Kapal Ekspor di Asahan Dimolotov Pria Bertopeng

Untuk mengingatkan pembaca, kasus penganiayaan ini terjadi di salah satu desa di Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, Jumat (11/12/2020) tahun lalu, sekira pukul 11.00 Wib.

Saat itu, korban sedang asik bermain bersama teman seusianya, lalu diinterogasi pelaku soal uang nya yang hilang. Karena korban mengaku tidak mengetahui soal uang tersebut, pelaku membawa korban naik sepedamotor ke perladangan yang jauh dari pemukiman warga.

Di perladangan itu pelaku memukuli korban. Selanjutnya pelaku membenamkan korban ke dalam bak air (drum). Korban yang masih duduk dibangku kelas 4 SD itu tidak bisa melawan.

Sore harinya, RS (ibu korban) mengetahui kalau analnya dianiaya pelaku. RS yang sudah ditinggal pergi suaminya, hanya bisa menangis meratapi perlakuan yang dialami anaknya.

BACA JUGA..  Jual Sabu, Oknum Guru Divonis 9 Tahun Penjara 

“Apalah daya saya pak. Saya hanya seorang buruh di ladang untuk biaya hidup kami. Ini anak saya dianiaya hanya karena dituduh mencuri uang pelaku yang merupakan orang berpengaruh di desa kami,” keluh RS sambil meneteskan air mata kepada sejumlah wartawan, termasuk Posmetro Medan di halaman Mapolres Tanah Karo, Senen (21/12/2020), sekira pukul 17.00 wib setelah selesai pengaduan.

Akhirnya, RS memberanikan diri melaporkan perbuatan pelaku ke Polres Karo, dengan STPL Nomor : STPL/931/ XII/2020/SU/RES.T.Karo, tertanggal 21 Desember 2020 yang ditandatangani Kanit III SPKT, Aiptu S.Ginting. (edi)

EPAPER