Polisi Nyambi Debtcollector yang Dipukuli Massa, Akhirnya Meninggal Dunia

oleh -135 views
Bripka Joko Albar, personel Unit Sabhara Polres Belawan, saat diamankan dan dipukuli warga setelah menarik paksa sepedamotor seorang wanita. Dinihari kemarin personil polisi tersebut meninggal dunia di RS Bhayangkara, Medan. (dok/posmetro)

POSMETROMEDAN.com – Bripka Joko Albar, personel Unit Sabhara Polres Belawan yang melakukan kerja sampingan sebagai debtcollector dan dipukuli massa, saat akan menarik paksa sepeda motor seorang wanita di Dusun Lestari, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, Kamis (22/07/2021) sore lalu, meninggal dunia Kamis (05/08/2021) dinihari sekitar pukul 03.00 wib.

Bripka Joko Albar yang tinggal di Jalan Banyu Urip lingkungan 14, Desa Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Medan selama dua pekan.

Terkait hal ini, Kasatreskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus Sik saat dikonfirmasi membenarkan bahwa yang bersangkutan sudah meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. “Iya yang bersangkutan meninggal dunia. Saat ini masih di rumah sakit jenazahnya,” terangnya.

BACA JUGA..  Kapolda Sumut Dampingi Presiden Vaksinasi di Deliserdang

Sebelumnya diberitakan, pelaku bersama 7 orang komplotannya mengikuti Winda, pengendara sepeda motor dari jalan Desa Baru, Kecamatan Batang Kuis hingga Dusun Lestari, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin.

Tepat di lokasi, pelaku dan komplotannya mengadang korban dan mengatakan mereka akan menarik sepeda motor itu karena Winda tidak bayar cicilan.

Winda melawan. Para pelaku pun melakukan penganiayaan dan mengancamnya korban dengan senjata tajam. Hal ini dilihat oleh teman Winda yang bernama Wati. Wati pun langsung berteriak rampok.

Warga sekitar lokasi berdatangan. Para debtcollector ini melarikan diri. Namun salah satunya ketinggalan karena sepeda motornya tidak bisa hidup. Lantas Wati mengambil kunci sepeda motornya dan bersamaan warga datang lalu ramai-ramai menghajar pelaku hingga terkapar. Setelah diinterogasi warga, pelaku mengaku oknum polisi aktif yang bertugas di Polres Belawan.

BACA JUGA..  Serangan Jantung, Pengunjung Bandara Kualanamu Mendadak Meninggal Dunia

Usai diinterogasi warga, pelaku pun diserahkan ke Polsek Beringin. Saat itu pihak Polsek Beringin mengamankan barang bukti milik pelaku seperti sepeda motor dan senjata tajam jenis pisau yang diamankan warga usai melakukan pengancaman pada Winda.

Pasca dievakuasi dari amukan massa yang geram, oknum polisi Bripka Joko Albar terduga pelaku perampasan sepeda motor dengan modus Debtcollector sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Patar Asih, Kecamatan Beringin. Namun karena mengalami muntah darah, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Terkait kasus ini, Polsek Beringin mengaku masih terus mendalaminya dan masih mengejar tujuh orang teman pelaku yang turut melakukan perampasan sepeda motor korban.
Kabar terakhir menyebutkan, sepeda motor korban yang sempat dibawa kabur para pelaku debtcollector ini ditinggalkan di parkiran Rumah Sakit Patar Asih dan kunci sepeda motornya dititipkan di pos Satpam secara diam-diam.

BACA JUGA..  Senpi Perampok Toko Emas Simpang Limun Dibeli dari Aceh

Iptu Randi Anugrah Putranto juga membenarkan kalau yang bersangkutan sudah meninggal dunia pagi tadi di RS Bhayangkara Medan. “Penanganan kasus ini masih berlanjut dan untuk perkembangan kasus ini masih terus didalami,” ungkapnya.

Kasus perampasan sepada motor oleh komplotan debtcollector secara paksa di jalanan ini memang sudah sangat meresahkan. Sudah menjadi rahasia umum, kegiatan ini aman karena melibatkan oknum tertentu yang seharusnya menegakkan hukum. (asw)

EPAPER