Longsor di Bukit Gundaling Hancurkan Cafe, Masyarakat Minta Pemkab Tanggap Darurat

oleh -193 views

POSMETROMEDAN.com – Cuaca ekstrim dengan intensitas curah hujan yang sangat tinggi di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (26/08/2021), membuat beberapa titik lokasi terjadi longsor.

Belum usai pencarian korban longsor di Lau Bawang, Lingkungan X, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe, kini terjadi lagi longsor di kawasan wisata Bukit Gundaling, Berastagi, Jumat (27/08/2021) sekira pukul 10.00 WIB, yang mengakibatkan 1 unit bangunan cafe hancur.

“Tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materi yang dialami pengusaha Cafe Tamara, Comando Tarigan yang mencapai Rp300 juta. Selain bangunan, satu unit mobil dan sepeda motor ikut terbawa longsor,” ujar Kapolsekta Berastagi, Kompol L. Marpaung disaksikan Wakapolres Kompol Aron Siahaan.

Menurutnya, setelah menerima informasi, pihaknya bersama Lurah Gundaling I Berastagi bergegas
mengecek lokasi kejadian. “Kami himbau agar pemilik cafe juga dapat membuat pembatas agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

BACA JUGA..  Masyarakat Puncak 2000 Siosar Surati Menteri LHK, Meminta PT BUK Tidak Diberi Izin Kelola Hutan

Selanjutnya, pemilik cafe akan berkoordinasi dengan pemerintahan desa setempat untuk mencari solusi dalam pembenahan lokasi tersebut.

Tanah longsor di dekat pemukiman warga di Kabanjahe. (Yokky)

➡️ Pemkab Diminta Tanggap Darurat

Sementara itu, masyarakat yang bermukim di Gang Rukun, Kelurahan Lau Cimba Kabanjahe, juga mengaku was-was. Sudah 3 bulan tanah  longsor di dekat tempat tinggal mereka, belum juga diperbaiki pemerintah. Ancaman bencana alam serupa kini menghantua warga disana.

Keterangan didapat wartawan di lokasi, Kamis (26/08/2021) lalu, bahwa titik tersebut sebelumnya sudah dipadang bronjol (penahan tanah). Tapi curah hujan yang tinggi, bronjolan itu rusak akibat tanah longsor yang terjadi sekitar bulan Juni lalu.

Memang, lokasi tersebut terlihat membahayakan salah satu rumah warga yang hanya berjarak sekitar 5 meter dari titik longsoran. Di sekitaran lokasi juga ditemukan retakan-retakan tanah yang mungkin dapat membahayakan keselamatan warga, begitu juga dengan dinding rumah warga yang kelihatan sudah mulai retak di beberapa sisinya.

BACA JUGA..  Melawan, Pelaku Curanmor Roboh Dibedil Tekab Patumbak  

Warga yang tinggal di sekitaran lokasi tersebut berharap Pemerintah Kabupaten Karo sesegera mungkin untuk memperbaiki kembali bronjolan yang rusak.

Jhon Kenedy Sitorus (25) salah seorang pemilik rumah di lokasi, kepada wartawan mengaku sangat mengharapkan perhatian pemerintah.

“Kami berharap ada perbaikan dari pemerintah, karena posisinya rumah kita ini sangat berbahaya apalagi kalau pas hujan deras kami takut untuk berada di rumah. Apalagi di depan rumah kita ini kan dibuat jadi saluran pembuangan yang langsung ke dalam jurang, jadi kalau itu tidak segera diperbaiki bisa timbul longsor susulan. Maunya bronjolan itu segara diperbaiki sama pemerintah biar kami tidak was was lagi,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Lurah Kelurahan Lau Cimba, Dianta Ernala Sembiring saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon kepada wartawan menyebutkan, kalau pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut ke kecamatan.

BACA JUGA..  Tenggelam di Selat Malaka, Nelayan Pantai Labu Ditemukan Tewas

“Kemarin setelah ada laporan dari masyarakat langsung kita tanggapi, dan hal tersebut juga sudah kita sampaikan ke Camat Kabanjahe secara tertulis dan itu setau saya juga Camat sudah menyampaikan hal tersebut ke OPD terkait dan sudah dibahas. Terlebih kan itu bencana alam jadi untuk perbaikan kembali bronjolan yang rusak itu dana kita tak cukup untuk membangunnya kembali” pungkasnya.

Masih Lurah, katanya “Kita juga berharap ada secepatnya perbaikan karena kita juga tau ada salah satu rumah warga yang posisinya rawan. Namun itu nampaknya perlu anggaran besar untuk buat kembali brojolan tersebut makanya kita berharaplah semoga bisa terealisasi di P-APBD nanti” ungkapnya. (mrk/edy/yokky)

EPAPER