MANDIRI SYARIAH

Teror Bom Molotov Kantor PLN Kuala Diduga Orang Suruhan

oleh -1.451 views
Teror Bom Molotov Kantor PLN Kuala Diduga Orang Suruhan
OLAH TKP : Polisi saat melakukan olah TKP pascapelemparan bom molotov di Kantor PLN Kuala.(SMG)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com-Aksi teror pelemparan bom molotov yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) diduga berkaitan dengan rasa kecewa.

Kuat dugaan kekecawaan ini datang dari menejemen tempat hiburan malam yang bakal beroperasi di Desa Beruam, Kuala, Langkat.

Manejer Komunikasi Humas Perusahaan Listrik Negara Wilayah Sumut, Jimmi Aritonang menyatakan, pelayanan di Rayon PLN Kuala tidak terganggu setelah aksi teror tersebut.

Artinya, PLN Rayon Kuala sudah beroperasi seperti biasa memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sudah kembali memberikan layanan, tidak ada terganggu,” kata dia ketika dikonfirmasi, Senin (8/2).

Perusahaan plat merah ini, kata dia, juga sudah melaporkan hal tersebut ke Polsek Kuala.

Disinggung adanya soal permohonan arus listrik yang datang dari menejemen tempat hiburan malam di Kuala, Jimmi menjawab, belum dapat menyimpulkan.

BACA JUGA..  Dukung Perbup Protokol Kesehatan, Koramil Lubuk Pakam Giat Operasi Yustisi

“Kalau soal itu, belum bisa kita simpulkan,” jelas dia.

Informasi dirangkum, tempat hiburan malam dimaksud berdiri di wilayah perkebunan kelapa sawit. Saat ini tengah tahap penyelesaian pembangunan.

Disebut-sebut, arus listrik belum masuk ke bangunan tempat hiburan malam tersebut.

Namun, menejemen sudah melakukan ujicoba dengan menggunakan mesin generator.

“Kami tunggu dari pemeriksaan Polsek saja. Enggak bisa kami simpulkan ke arah sana,” sambung Jimmi.

Soal pemasangan arus baru, kata dia, tidak perlu ada koordinasi ke PLN Wilayah Sumut.

“Kalau pemasangan unit layanan sana, itu domain mereka. Enggak semua permintaan pasang baru melapor ke wilayah (PLN Sumut),” ujar dia.

BACA JUGA..  Tim Satgas Covid-19 Sumut Temukan Banyak Pelaku Usaha dan Masyarakat Langgar PPKM

“Saya belum bisa jawab soal itu (permohonan pasang arus baru dari menejemen tempat hiburan malam), belum ada konfirmasi,” tambah dia.

Sementara, polisi masih menyelidiki aksi teror pelemparan bom molotov tersebut.

Humas Polsek Kuala, Aiptu Ardiansyah mengakui, aksi teror ini terjadi diduga karena ada sekelompok masyarakat yang kecewa dengan PLN.

Kekecewaan dimaksud karena sudah memohon pemasangan arus listrik yang tak kunjung direspon.

“Informasi yang berkembang begitu. Tapi semua itu masih dalam lidik dan sedang didalami,” kata Ardiansyah.

Polsek Kuala sudah menerima laporan dari Menejer PT PLN ULP Kuala, Azman Ginting.

Kata dia, polisi juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Hasilnya, ditemukan serpihan kaca pintu dan jendela, pecahan botol bir warna hijau dengan kain bau minyak tanah, dan sofa yang rusak akibat terbakar.

BACA JUGA..  Prediksi Pertandingan Liga Italia: Fiorentina vs Roma

“Barang bukti (sudah) diamankan di Polsek Kuala untuk penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya.

Sebelumnya, ULP pembangkit listrik dilempar dari bagian depan oleh OTK, Sabtu (6/2) dini hari. Petugas yang menjaga Kantor PLN Kuala mendengar suara ledakan pascaterjadi pelemparan bom molotov tersebut.

Melihat kejadian ini, petugas yang piket jaga malam memanggil rekannya yang tengah berada di dalam kantor. Mereka pun kemudian berusaha memadamkan api dengan cara menyemprotkan racun.

Tak lama berselang, api dapat dipadamkan. Oleh petugas yang piket, melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kuala. (ted/pmg)