MANDIRI SYARIAH

Anak Sinaga Diculik untuk Jaminan Utang Narkoba

oleh -1.339 views
PELAKU : Tiga pelaku penculikan anak Sinaga ditangkap Polres Tanjungbalai.(IST/POSMETRO MEDAN)

EPAPER

POSMETROMEDAN.com – Lima kawanan pria asal Labuhanbatu Utara (Labura) menculik seorang pelajar berinisial Kevin Sinaga (14) di Tanjung Balai, sebagai jaminan atas utang narkoba ayah korban sebesar Rp65 juta.

Motif tersebut diungkap Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira berdasarkan keterangan tiga pelaku yang berhasil diamankan beberapa saat setelah penculikan.

“Jadi, menurut keterangan para tersangka, korban dijadikan sebagai jaminan atas utang ayahnya terkait jual beli narkotika jenis ekstasi yang dilakukan dengan cara transfer,” ujar Putu, Senin (8/2/2021).

Dijelaskan Putu, korban diculik dari rumahnya di Kelurahan Tanjung Balai Kota II, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai pada Jumat (5/2/2021) lalu sekira pukul 11.30 WIB.

BACA JUGA..  Modal 30 Ribu, Pengangguran Ini Embat ABG di Rumah Kosong

Saat itu kelima pelaku mendatangi TKP kejadian untuk mencari Tuah Sinaga, ayah korban. Namun di rumah itu hanya ada korban, kakak, serta ibu korban.

Selanjutnya, salah satu pelaku meminta kepada kakak korban untuk mencari ayahnya, namun tidak ketemu. Kemudian pelaku menyuruh kembali ibu korban untuk mencari suaminya.

“Pada saat ibu korban pergi mencari suaminya, salah satu dari pelaku menarik tangan kiri korban dan ada juga yang mendorong badan korban masuk ke dalam mobil yang dikendarai 5 orang pelaku tersebut,” katanya.

Pelaku membawa korban ke arah Simpang Empat, Kabupaten Asahan. Pada saat korban dibawa lari oleh pelaku ibu korban langsung menjerit ‘penculikan anak’.

BACA JUGA..  Ribut di Pakter Tuak, Siadari Tewas Ditikami Manik

“Ibu korban teriak hoi culik, penculikan, anakku diculik. Pas kebetulan ada polisi yang sedang patroli, jadi langsung dikejar,” tambah Humas Polres Tanjung Balai, Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan.

Menurutnya, aksi penangkapan ketiga pelaku berlangsung dramatis karena sempat terjadi aksi kejar-kejaran hingga Kecamatan Simpang Empat, Asahan, mobil pelaku berhasil dihentikan. Dari lima pelaku, lanjutnya, tiga orang berhasil ditangkap. Sedangkan dua orang lainnya berhasil kabur.

Atas kejadian tersebut, ibu kandung korban bernama Supina kemudian membuat Laporan Polisi ke Polres Tanjung Balai.

BACA JUGA..  Anak Amplas Tewas Dibantai Geng Motor

Ketiga pelaku yang tertangkap yakni Sairin Indra (42) warga Kampung Tarutung, Kecamatan Aek Kanopan, Labura; Zul Irawan (49) warga Desa Sidua-dua, Kecamatan Kualu Selatan, Labura; serta Surya Darma (33) warga Kecamatan Gunting Saga, Labura.

Dari kasus tersebut, polisi menyita 1 unit mobil merk Wuling Confero, 1 STNK. Dalam kasus ini, lanjut dia, para pelaku melanggar pasal 83 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak subs pasal 328 dari KUHPidana. (bbs/ras)