Tahanan Polsek Medan Timur Meninggal Diserang Bisul

oleh -86 views

POSMETROMEDAN.com – Peristiwa langka terjadi di Polsek Medan Timur. Seorang tahanan narkoba, Edison Simanjuntak (40) meninggal dunia akibat penyakit bisul yang menyerangnya.

Setidaknya begitu lah hasil pemeriksaan pihak medis berdasarkan keterangan Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu ALP Tambunan kepada wartawan, Minggu (18/10/2020) sore.

Disebutkan, penyakit bisul menyerang badang Edison. Meski telah berulang kali dibawa berobat ke RS Bhayangkara Medan, nyawa penduduk Jalan Sering, Kelurahan Sidorejo, Medan Tembung itu tidak tertolong. ES menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Minggu (18/10/2020) pagi.

“Jumat (15/10/2020) sekira pukul 20.00 WIB, piket penyidik pembantu kita mendapat taruna dari kepala jaga tahanan, Erwin Sinulingga yang menyebutkan ada seorang tahanan lagi sakit. Mendapat informasi tersebut penyidik pembantu menghubungi penyelidik yang sedang berada di kantor guna membawa tahanan itu ke RS Bhayangkara Medan,” ujarnya.

BACA JUGA..  Gugus Tugas Covid-19 Sumut Imbau Masyarakat Hindari Perjalanan Keluar Daerah Selama Libur Panjang

Penyelidik sambungnya, langsung membawa tersangka yang mengalami demam tinggi itu ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, tahanan diperiksa oleh dokter dan dinyatakan tersangka mengalami demam lantaran bisul di badannya.

“Dokter kemudian memberikan obat dan mengatakan Edison tidak perlu dirawat inap. Selanjutnya penyelidik membawa kembali tersangka ke tahanan ke Polsek,” terangnya.

BACA JUGA..  Tiga Bocah di Langkat Hilang Misterius, Beredar Video Ketiganya Bermain Dekat Galian

Lanjut Kanit, Sabtu (17/10/2020) sekira pukul 19.30 WIB, piket penyidik pembantu Briptu Astri Risma mendapat keluhan dari tahanan Edison bahwa ia kembali merasakan sakit di badannya. Piket kemudian mengatakan kepada piket penyelidik untuk membawa tersangka ke RS Bhayangkara. Petugas lantas membawa tersangka ke tumah sakit.

“Dokter mengatakan jika bisul di badan Edison semakin banyak dan membesar. Selanjutnya dokter memberikan obat kepada tahanan itu, dan selanjutnya ES kembali dibawa ke Mapolsek,” ungkapnya.

Minggu sekira pukul 09.00 WIB, piket penyidik pembantu mendapat informasi dari piket penyidik Bripyu Ghazy bahwa Edison kembali sakit. Tersangka kembali dibawa ke RS Bhayangkara karena demam tinggi dan susah bernafas, serta sudah keluar kotoran darah dari badannya.

BACA JUGA..  Netralitas ASN Pilkada Tapanuli Selatan, Ranto Sibarani SH : Aiptu Anwar Sadat Layak Mendapat Penghargaan Demokrasi

“Setibanya di rumah sakit tersangka tak sadarkan diri dan langsung dibawa ke ruangan IGD guna dilakukan pemeriksaan. Sekira pukul 09.39 WIB, dokter menyatakan tersangka Edison telah meninggal. Kita kemudian mengabari keluarga tersangka dan menyerahkan jasadnya guna dimakamkan,” pungkasnya sembari menyebut, Edison ditangkap petugas pada 29 September 2020 lalu. (sor/ras)