2 Pembunuh Susul Korban Menghadap Sang Pencipta

oleh -99 views

POSMETROMEDAN.com – Dua pelaku pembunuh sadis secara mengejutkan menyusul korbannya menghadap Sang Pencipta, sebelum menjalani persidangan alias masih berstatus tahanan polisi.

Mereka yakni Ferry Pasaribu (52), pembunuh istri sirinya, Fitri Yanti (44) yang jasadnya ditemukan di parit pinggir Jalan Mahoni Pasar II, Kecamatan Tembung, Minggu (30/9/2020) lalu.

Serta Samsul Bahri (41), pelaku tunggal pembunuhan bocah berinisial Rg (10) dan memperkosa ibu bocah itu, Rn (28) di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Informasi diperoleh, Ferry meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (17/10/2020) pagi. Dia dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit demam tinggi dan lemas.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polresrabes Medan, Kompol Martuasa Tobing melalui Kanit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Medan, Iptu Ardian Yunan Saputra.

“Ya, beliau meninggal di RS Bhayangkara Polda Sumut karena sakit,” ujar Yunan kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020) siang.

Diterangkan, pada hari Jumat (16/10/2020) sekira pukul 14.15 WIB, Ferry mengeluh sakit demam tinggi dan lemas. Oleh personel Satuan Tahanan Titipan (Sat Tahti) Polrestabes Medan, pria ini dibawa berobat ke RS Bhanyangkara Medan.

Kemudian pada Sabtu (17/10/2020) sekira pukul 06.00 wib, Ferry dinyatakan telah meninggal dunia. Berikutnya jenazah diserahkan kepada keluarga yang diterima istri almarhum yakni Sumarlian sekira pkl 11.30 WIB di ruang Jenazah RS Bhayangkara Medan.

BACA JUGA..  Tahanan Polsek Medan Timur Meninggal Diserang Bisul

Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan yang dibuat dan ditandatangani Sumarlian agar tidak ada tuntutan dibelakang hari.

Sebelumnya, untuk melengkapi berkas kasus pembunuhan yang menjerat Ferry, tim Jatanras Polrestabes Medan telah mengelar pra rekontruksi yang menampilkan 10 adegan dilaksanakan di dua titik, pada Jumat (25/9/2020) sore yakni di Jalan Jermal VII, Kelurahan Denai, Medan Denai dan di Jalan Mahoni, Pasar II Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Diberitakan sebelumnya, jasad korban (Fitri Yanti) ditemukan tewas di parit pinggir Jalan Mahoni Pasar II, Kecamatan Tembung, Minggu (30/9/2020) lalu.

Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Percut Sei Tuan membekuk Fery Pasaribu saat sembunyi di Pekanbaru, Riau, Senin (21/9/2020) lalu.

Parhan yang merupakan anak almarhum Fitri mengatakan bahwa kematian ayah tirinya itu merupakan kehendak Allah.

“Kami keluarga awalnya tidak percaya dengan hal tersebut. Karena kami tidak melihatnya secara nyata, setelah polisi mengabarkan baru kami percaya,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Medan.

Ditanya soal kematian Fery, ia menyebut sudah pasti puas. Menurut dia, Yang Maha Kuasa telah berbuat adil.

BACA JUGA..  Ponsel Dirampas, Payudara Diremas, Pelaku Pekerja SPSI

“Kalau teringat cara Fery Pasaribu menghabisi nyawa orangtua kami, dengan cara menggorok leher, itu sangat tidak manusiawi. Bagi kami perbuatan itu sangat sadis, kejam, dan sangat menyayat hati kami kakak beradik,” ujar Parhan.

Atas kasus yang menimpa keluarganya, Parhan sendiri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.

“Keluarga besar Fitri Yanti mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan media elektronik, cetak maupun media online yang membantu mempublikasikan kepada kalayak ramai. Semoga Allah yang membalas ini semua,” ujarnya.

Pembunuh berikutnya, Samsul Bahri warga Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur dilaporkan meninggal, Minggu (18/10/2020) dini hari dikarenakan sesak nafas dan jarang makan.

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief Sukmo Wibowo SIK, dalam keterangannya menyebut jika sehari sebelum tersangka meninggal, Sabtu (17/10/2020) dini hari Samsuk sempat dibawa petugas ke RSUD Langsa karena mengeluh sesak napas.

Setelah berada ke RSUD Langsa, Samsul dilakukan tindakan medis berupa cek suhu (hasil normal 36,7), cek tensi (hasil normal 107/68), cek kadar oksigen (hasil 97 persen).

“Setelah dicek suhu, cek tensi, dan cek kadar oksigen tersangka SB, semuanya normal. Petugas medis saat itu memberikan infus selama satu malam,” ujarnya.

BACA JUGA..  Diperawani Paman hingga Tewas, Jasad Korban Kembali Disetubuhi Pelaku

Iptu Arief menambahkan, karena kondisi Samsul sudah membaik, Sabtu (17/10/2020) sekira pukul 06.00 WIB dokter memperbolehkannya dibawa pulang ke Polres Langsa.

“Sejak Kamis (15/10/2020), sebelumnya tersangka SB mulai susah atau jarang mau makan. Terakhir pada Sabtu (17/10/2020) sekitar pukul 20.00 malamnya, tersangka SB ada memakan nasi yang telah lama disediakan di sel,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung Kasat Reskrim, Sabtu (17/10/2020) sekira pukul 23.30 WIB tersangka mengeluh sesak, petugas jaga tahanan langsung melaporkan kondisi tahanan (tersangka SB) kepada petugas piket.

Namun di waktu akan dibawa kembali ke RSUD Langsa malam itu juga, Samsul sudah terbujur (diduga sudah meninggal) di dalam sel tahanan Mapolres Langsa.

Diketahui, Samsul terlibat pembunuhan terhadap bocah Rg (10) dan memperkosa ibu bocah itu, Rn (28). Dia ditangkap hidup-hidup Minggu (11/10/2020) pukul 09.00 WIB oleh Tim gabungan di areal perkebunan sawit.

Saat itu tersangka yang tidak menggunakan baju hanya menggunakan jelana Jeans warna biru, dan ia memegang senjata tajam jenis samurai dan sempat melakukan perlawanan. Samsul baru menyerah setelah polisi menyarangkan tiga butir timah panas di kakinya.(sor/bbs/ras)