POSMETROMEDAN.com – Seorang nelayan dilaporkan hilang diterkam buaya di Sungai Simangalam, perbatasan PT KSS Blok Areal 300, Minggu (18/10/2020) jelang malam sekira pukul 18.30 WIB.
Korban diketahui bernama Adpen Munthe (42) warga Persatuan Desa Simangalam. Sebelum kejadian, korban bersama rekannya mencari ikan dengan menggunakan sampan.
Saat akan pulang, Munthe menyempatkan diri mandi di pinggir sungai. Tak lama, pria ini terdengar minta tolong.
“Sebelum diterkam buaya, korban AM memasang jaring ikan, setelah itu korban mandi di pinggir sungai. Saat korban pakai sabun, setelah itu (dia-red) langsung turun ke pinggiran sungai, tak lama terdengar suara agak keras dari sungai,” ungkap Ginton Simanjuntak warga setempat saksi mata yang melihat kejadian tersebut.
Korban sempat teriak minta tolong, saya lihat AM sudah di tengah sungai dan terbenam ke dalam sungai, kami pun teriak memanggil-manggil kawan kami, tambah Ginton.
Mendapat informasi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Labura menuju lokasi kejadian. BPBD Kabupaten Labura tiba sekira pukul 22.00 WIB dan langsung melakukan pencarian.
Hingga Senin (19/10/2020) sore personel BPBD Labura masih melakukan pencarian. Mereka menggunakan peralatan lengkap.
“Tim melakukan pencarian menggunakan boat,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Labura, Sukardi. Dijelaskan, tim SAR yang mencari Apen terdiri dari BPBD Labura, Basarnas, TNI, Polri, masyarakat hingga pihak keluarga.
“Untuk anggota BPBD 7 orang dan Basarnas 7 orang,” ucap Sukardi. Ia mengatakan, proses pencarian dilakukan hingga pukul 18.00 WIB. Jika belum ditemukan, proses pencarian dilanjutkan pada esok hari.
Ditambahkan, berdasarkan keterangan rekan korban, biasanya dia (korban) tidak turun ke sungai. Malam itu Munthe turun ke sungai karena kebetulan air surut.
Terpisah, masyarakat setempat berharap buaya dapat dievakuasi kerena tahun sudah ini sudah menelan 2 orang korban. Sebelumnya korban adalah petani sawit.
“Kami para nelayan sudah resah dengan keberadaan buaya ganas yang memangsa manusia. Jika buaya dievakuasi, maka para nelayan merasa aman mencari nafkah untuk kebutuhan setiap hari,” kata seorang nelayan.(bbs/ras)












