Gembong Narkoba Medan Meninggal di Rutan, Bagaimana Nasib Harta Sitaan?

oleh -233 views
MENINGGAL DUNIA: Zakir Usin, terpidana narkotika asal Medan meninggal dunia di Klinik Rutan Klas I Tanjunggusta Medan, Sabtu (26/9/2020)

POSMETROMEDAN.com – Gembong narkotika asal Medan, Zakir Usin telah berpulang saat menjalani perawatan di Klinik Rutan Klas I Medan, Sabtu (26/9) kemarin. Bagaimana soal harta milik terpidana narkotika sekaligus terdakwa kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini?

Pengadilan Negeri (PN) Medan menunggu penetepan hakim terkait harta milik Zakir. Humas PN Medan Immanuel Tarigan mengatakan, secara hukum meninggalnya terdakwa berarti penuntutan secara pidana tidak dapat dilanjutkan.

Namun, atas aset terdakwa senilai Rp8 miliar belum diketahui nasibnya, apakah akan dirampas untuk negara atau dikembalikan kepada ahli waris.

“Jadi dalam hal ini, majelis hakim masih akan menggelar sidang lanjutan untuk menentukan barang bukti aset yang Rp8 miliar ini apakah akan disita untuk negara atau akan dikembalikan kepada keluarganya. Itu nanti akan diputuskan lewat sebuah penetapan,” kata Immanuel, Senin (28/9).

BACA JUGA..  Ngobrol Sama Mertua, Ismail Dibacok Adik Ipar

Menurutnya, sesuai KUHAP barang bukti yang diduga hasil kejahatan almarhum Zakir ada sekitar Rp8 miliar. Antaralain berupa mobil, rumah dan tanah.

Sedangkan, barang bukti berupa uang tabungan tidak ada dan telah disita dalam perkara sebelumnya. Namun untuk menentukan aset milik terdakwa dari hasil kejahatan masih akan dibuktikan di persidangan.

“Itulah yang masih akan kita buktikan pada persidangan nanti. Jadi yang berhenti dan tidak dapat diterima itu adalah pertanggungjawaban terdakwa secara pidana, tapi terkait aset yang diduga hasil dari kejahatan ini harus diputuskan,” jelasnya.

BACA JUGA..  Dikibus Warga, Dua Pengedar Sabu Diringkus Polres Tanjungbalai

Masih kata dia, pihaknya saat ini masih menunggu surat kematian terdakwa Zakir dari Rutan. Baru kemudian ada tahapan selanjutnya.

“Kita masih menunggu surat kematian. Setelah itu nanti kita akan kembali membuka sidang yang dihadiri JPU dan penasihat hukum Zakir untuk menentukan status hukum dari barang bukti aset yang diduga dari hasil kejahatan narkoba itu,” urainya.

Disebutkannya, sidang TPPU Zakir sudah memasuki tahapan pemeriksaan saksi. Namun, terjadi penundaan beberapa kali sidang karena yang bersangkutan sakit.

BACA JUGA..  Spesialis Jual Sabu ke Supir Truk, Security PT Mitra Enjenering Diciduk

Diketahui, Zakir merupakan wargabinaan Rutan Klas I Tanjunggusta, Medan. Pada Juli 2019, Zakir divonis 15 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri Medan.

Kemudian, Zakir kembali disidangkan dalam perkara TPPU. Berdasarkan penyelidikan, polisi menyita seluruh harta benda milik Zakir yang ditaksir mencapai Rp8 miliar.

Harta benda itu berupa 6 unit rumah dan bangunan. Sedangkan aset bergerak berupa mobil yang telah disita polisi.

Uang itu disebut, sebagai hasil transaksi narkoba yang selama ini dilakukan Zakir.(smg)