POSMETRO MEDAN – Bentuk protes unik dilakukan warga Desa Kuning, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara. Mereka menanam pohon pisang di badan Jalan Nasional lintas Aceh Tenggara–Medan, tepatnya di dekat SPBU Kuning.
Aksi ini merupakan luapan kekecewaan warga terhadap pengerjaan proyek overlay jalan nasional yang tak kunjung tuntas dan memicu polusi debu tebal.
Pantauan posmetromedan Sabtu (12/9), sejumlah batang pohon pisang tertancap di tengah badan jalan yang rusak dan berdebu. Warga berharap dengan cara itu perhatian pemerintah dan kontraktor proyek segera datang.
Warga mengeluhkan debu yang beterbangan setiap hari hingga masuk ke pemukiman dan mengancam kesehatan masyarakat.
“Masyarakat terancam terserang penyakit ISPA dan batuk-batuk. Kondisi ini sudah berlangsung lama,” ujar salah seorang warga.
Karena tak ada solusi dari pihak terkait, warga mengaku terpaksa menyiram jalan sendiri agar debu tidak semakin parah saat musim kemarau.
“Kalau tidak kami siram, debu langsung masuk ke rumah. Anak-anak sudah banyak yang batuk. Kami sudah capek lapor, makanya kami tanam pisang biar dibongkar,” kata warga lainnya.
Proyek overlay ruas Jalan Nasional Lintas Aceh Tenggara–Medan di wilayah Desa Kuning memang sudah berlangsung beberapa bulan. Namun pengerjaannya dinilai lamban dan tidak disertai penyiraman, sehingga debu beterbangan ke mana-mana.
Warga meminta Balai Jalan Nasional dan kontraktor pelaksana segera menyelesaikan pekerjaan, serta melakukan penyiraman rutin agar aktivitas warga tidak terganggu dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum dapat dikonfirmasi.(Zal)
EDITOR : Putra











