Diduga Langgar Aturan, SMPN 1 Lawe Sigala-Gala Lakukan Pengadaan Baju Seragam untuk 174 Siswa Baru

oleh

POSMETRO MEDAN – Walau aturan sudah menyebutkan dilarang melakukan pengadaan baju sekolah, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara diduga melakukan pengadaan baju seragam sekolah seperti baju batik,baju olahraga,topi,dasi dan lambang sekolah untuk siswa baru Jumat (11/9).

Jumlah siswa baru SMPN 1 Lawe Sigala-gala tahun ajaran 2026 tercatat sebanyak 174 orang.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, sekolah dilarang keras menjual atau mewajibkan pembelian seragam sekolah termasuk seragam khas seperti baju batik dan baju olahraga secara langsung kepada orang tua atau wali murid.

BACA JUGA..  Proyek P3-TGAI Desa Telaga Mekar Diduga Asal Jadi, Warga Soroti Lemahnya Pengawasan BWS Sumatera I

Pada Pasal 181 dan 198 PP No. 17 Tahun 2010 secara tegas melarang pendidik, tenaga kependidikan, dewan pendidikan, dan komite sekolah untuk menjual seragam atau bahan seragam di satuan pendidikan. Tenaga kependidikan, komite sekolah, dan pihak sekolah juga dilarang menjadi pihak yang menjual atau berbisnis seragam sekolah.

Salah seorang siswa SMPN 1 Lawe Sigala-gala yang enggan disebutkan namanya kepada posmetromedan mengatakan bahwa di sekolahnya ada melakukan pengadaan baju seragam sekolah seperti baju batik, baju olahraga, topi, dasi dan lambang dengan harga Rp. 500.000,”sebut siswa yang enggan menyebutkan namanya kepada posmetromedan Jumat (11/9).

BACA JUGA..  Langganan Banjir! Warga Pulo Latong Desak PPK 35 BPJN Aceh Turun Perbaiki Drainase Ahmad Yani

Kepala sekolah SMPN 1 Lawe Sigala-gala Malik Ibrahim membenarkan adanya pembahasan terkait seragam tersebut.

“Memang ada saya tahu ada rapat komite dengan wali murid siswa baru tahun ajaran 2026 terkait masalah pembelian baju seragam olahraga dan baju batik, atribut topi, dasi dan lambang,” ujar Malik Ibrahim kepada posmetromedan diruang kerjanya Jumat (11/9).

BACA JUGA..  Bobby Nasution Tinjau Titik Banjir Letda Sujono, Penanganan Langsung Dipercepat

Ia menyebut hasil rapat komite dan wali murid menyetujui untuk pembelian baju batik dan baju olahraga dengan total Rp. 500.000.

“Dan saya selaku kepsek SMPN 1 Lawe Sigala-gala tidak mau terlibat dalam pengadaan baju seragam sekolah. Pelaksanaan pengadaan baju semua nya yang menangani pihak komite SMPN 1 Lawe Sigala-gala,” jelasnya.(Zal)

EDITOR : Putra