POSMETRO MEDAN -.Proyek peningkatan jalan usaha tani di Desa Pulau Sepang, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara kini menjadi sorotan warga. Pasalnya, proses pengerjaan di lapangan diduga menyalahi petunjuk teknis dan dikerjakan asal jadi Sabtu (5/9).
Berdasarkan laporan warga dan pantauan di lapangan pada Sabtu (5/9), metode pelaksanaan pekerjaan dinilai tidak sesuai standar. Seharusnya pengecoran lantai dilakukan sesuai urutan teknis, namun di lokasi justru terlihat batu terlebih dahulu disusun lalu langsung dicor dari atas.
“Ini bukan cor lantai dulu. Yang kami lihat batunya ditumpuk, diratakan, baru dicor di atasnya. Kalau caranya begini kami khawatir jalan cepat rusak dan tidak awet,” ujar salah seorang warga Desa Pulau Sepang kepada posmetromedan.
Proyek tersebut memiliki nilai anggaran Rp198.425.000 dengan sumber dana APBK-DAU Tahun 2026. Pelaksana kegiatan adalah CV Bungsu Karya Metuah.
Jalan usaha tani merupakan akses vital bagi petani di Lawe Alas untuk mengangkut hasil pertanian dari lahan ke jalan utama. Karena itu warga berharap pekerjaan dapat dilakukan sesuai juknis agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Warga meminta Dinas PUPR Aceh Tenggara segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, pengukuran, dan pengawasan. Tujuannya agar kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan anggaran yang telah dialokasikan.
“Kami tidak menuduh, kami hanya minta diawasi. Ini uang negara, harus dikerjakan sesuai aturan,” tambah warga lainnya.
Posmetromedan melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada tim teknis PUPR Agara Jarnok
Hasil laporan warga dan pantauwan di lapangan terlihat pekerjaanya
Bukan cor lantai dulu tapi terlihat batu duluan disusun baru di cor dari atas
apa sudah benar cara pekerjaannya sudah sesuai dengan juknis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak tim teknis PUPR Agara Jarnok belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan.(Zal)
EDITOR : Putra











