Kondisi Fisik Proyek P3-TGAI Desa Muara Lawe Bulan Disorot, Diduga Dikerjakan Asal Jadi dan Tanpa Lantai

oleh

POSMETRO MEDAN – Kondisi fisik proyek P3-TGAI di Desa Muara Lawe Bulan, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara menjadi sorotan warga. Pasalnya, pelaksanaan di lapangan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan dikerjakan asal jadi. Temuan itu mencuat Minggu (6/9).

Berdasarkan laporan warga dan pantauan di lapangan, struktur bangunan saluran irigasi dikerjakan tidak utuh. Warga menemukan ada titik saluran yang hanya dikerjakan sebelah dinding, sementara sisi lainnya berbenturan langsung dengan dinding rumah warga. Selain itu, bangunan juga diduga dikerjakan tanpa lantai.

“Yang kami lihat di lapangan itu aneh. Salurannya hanya dicor sebelah, sebelahnya lagi nempel ke dinding rumah warga. Lantainya juga tidak ada. Ini dikerjakan asal jadi,” ujar warga Desa Muara Lawe Bulan kepada Posmetromedan Minggu (6/9).

Warga juga menyoroti salah satu titik pekerjaan yang dilakukan oleh Kelompok Tani P3A Pengkih Tani. Di lokasi tersebut, sebagian badan saluran hanya memiliki satu sisi dinding karena sisi lainnya terbentur tembok rumah warga.

BACA JUGA..  Kabel Dicuri, Rumah Berantakan, Pelaku Tertangkap Berkat CCTV

Warga menduga lemahnya pengawasan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menjadi penyebab mutu pekerjaan tidak sesuai. Mereka menilai Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM)atau pengawas diduga jarang turun ke lapangan untuk memantau pekerjaan harian.

“Kalau pengawasannya ketat, pasti tidak begini jadinya. TPM juga jarang kelihatan. Akibatnya kualitas fisik bangunan irigasi jadi tidak sesuai spesifikasi teknis,” tambah warga lainnya.

Proyek P3-TGAI atau Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi merupakan program dari Kementerian PUPR melalui BWS untuk memperbaiki dan meningkatkan jaringan irigasi tersier agar produktivitas pertanian meningkat.

BACA JUGA..  Avanza Ringsek Berat Disambar KA, Pengemudi dan Pemotor Luka

Menanggapi temuan ini, warga meminta BWS Sumatera I, dan pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Mereka berharap anggaran negara yang digunakan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Hingga berita ini diturunkan posmetromedan tetap menunggu Jawaban resmi dari pihak BWS Sumatera I, TPM, dan pengurus P3A Pengkih Tani untuk memberikan keterangan terkait temuan di lapangan.(Zal)

EDITOR : Putra