POSMETRO MEDAN – Puluhan massa yang tergabung dalam gerakan Tebing Tinggi Bergerak (TTB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Tebing Tinggi, Kamis (9/4/2026).
Mereka mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan penyimpangan anggaran di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tebing Tinggi tahun anggaran 2024.
Aksi ini menjadi sorotan karena massa menilai ada sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan anggaran yang menyangkut uang rakyat.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi TTB, Aswadi Simatupang, menegaskan bahwa gerakan tersebut lahir dari keresahan publik atas dugaan praktik yang dinilai tidak transparan.
“Kami datang bukan sekadar berunjuk rasa, tetapi menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara untuk mengawal penggunaan anggaran daerah,” tegas Aswadi di hadapan massa.
TTB secara tegas meminta agar mantan Kepala Bappeda Kota Tebing Tinggi tahun 2024, Erwin Suheri Damanik, segera diperiksa.
Selain itu, mereka juga mendesak penyelidikan menyeluruh terhadap sejumlah pos anggaran yang dinilai janggal.
Tujuh poin tuntutan yang disuarakan massa meliputi pemeriksaan perjalanan dinas, anggaran makan dan minum, pengadaan barang dan jasa, rehabilitasi kantor, dugaan pengkondisian proyek, penggunaan kendaraan dinas tahun 2021, hingga dugaan mark-up pengadaan meubelair.
Menurut Aswadi, pihaknya telah lebih dulu melayangkan pengaduan masyarakat (dumas) ke Polres Tebing Tinggi disertai sejumlah data awal sebagai bahan pendukung.
Ia menilai dugaan kejanggalan terlihat dari besarnya belanja rapat dan konsumsi, indikasi pengaturan penyedia barang dan jasa, hingga temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengadaan meubelair.
“Kalau ada indikasi penyimpangan, maka harus dibuka seterang-terangnya. Ini uang rakyat, bukan uang pribadi,” ujarnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Budi Sihombing, memastikan pihaknya telah menerima laporan dari massa aksi dan akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum.
“Kami sudah menerima laporan dumas terkait dugaan penyimpangan anggaran, khususnya pada pos makan-minum dan surat perintah perjalanan dinas. Saat ini masih tahap pengumpulan data yang akurat,” kata Budi.
Ia juga meminta pelapor untuk melengkapi bukti-bukti pendukung agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
“Kami membuka ruang bagi pelapor untuk menyerahkan data tambahan. Semakin lengkap bukti yang ada, semakin mudah kami menindaklanjutinya,” tambahnya.
Dukungan terhadap aksi TTB juga datang dari tokoh pemuda Tebing Tinggi, H. Khadir Amri.
Ia menilai langkah massa merupakan bentuk kontrol sosial yang sehat demi mendorong tata kelola keuangan daerah yang lebih bersih.
“Aksi ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap transparansi anggaran. Kita berharap proses hukum berjalan terbuka dan tuntas,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
Massa TTB menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga dugaan penyimpangan anggaran di Bappeda Kota Tebing Tinggi diusut secara terang dan akuntabel.(*)
REPORTER: Peter Munthe
EDITOR: Oki Budiman












