POSMETRO MEDAN – Seorang narapidana berusaha kabur dengan memanjat dinding Lapas Klas II A Kota Lhokseumawe, Rabu (11/3/2026) malam.
Aksi kabur itu nyaris berhasil, andai seorang petugas tidak melihat bayangannya ketika hendak melewati dinding ketiga
Kalapas Klas IIA Lhokseumawe, Wahyu membenarkan ada kejadian warga binaan melakukan upaya melarikan diri dari penjara.
Dijelaskan, bermula pada pukul 21.20 WIB Rabu (11/3/2026), sang napi berpura-pura mengikuti shalat tarawih berjemaah dalam lapas setempat.
Setelah melaksanakan tarawih beberapa rakaat, sang napi memanfaatkan situasi dan kondisi penjara mulai sepi.
Dia menaiki atap kanopi tempat berwudhu. Dia pun berhasil naik ke atap kamar sel tiga. Hanya tinggal satu langkah lagi yakni melompat keluar dinding dan berlari kabur
Namun petugas piket secara tidak sengaja melihat bayangannya. Petugas tersebut langsung berteriak agar didengar petugas piket lainnya.
Merasa teriakannya kurang efektif, si petugas itu lantas membunyikan lonceng berulang kali sebagai tanda siaga.
Meski aksi kaburnya ketahuan, sang napi tidak langsung menyerah. Dia terus berusaha kabur dengan melompat ke atap kantor yang sudah dipagari kawat berduri.
Meski sudah diteriaki agar segera turun dan jangan mencoba kabur, namun sang napi mengabaikannya dan tetap meneruskan perjuangan yang tinggal selangkah lagi.
Situasi Lapas pun menjadi panik, semua petugas lapas dan petugas Pam dari Polres Lhokseumawe pun bergegas mengepung hingga bangunan lapas sisi timur. Sang napi pun tak berdaya karena terpaksa menyerah dan turun dari atap.
“Satu warga binaan itu sudah diamankan kembali dan dilakukan pemeriksaan atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Wahyu juga menjelaskan usai shalat tarawih langsung dilakukan apel penghuni untuk memastikan jumlah warga binaan lengkap.(was)












