15 Polisi Ditangkap Terkait  Pembunuhan Berantai Penyabung Ayam

oleh
oleh
This picture taken on December 1, 2017 shows a bird getting displayed at a clandestine site where birds battle each other -- usually to the death -- in a gory spectacle known as tajen that meshes bloodsport with ancient Balinese Hindu traditions, in Karangasem, Bali. A volcano may be rumbling off in the distance, but for a group of Balinese men and their fighting roosters it's the roar of the crowd that says the show must go on. / AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO / TO GO WITH: Indonesia-Bali-animal-social, FEATURE by Bagus SARAGIH

POSMETRO MEDAN – Sebanyak 15 polisi Filipina ditangkap terkait dugaan keterlibatan dalam dugaan penculikan dan pembunuhan sedikitnya 34 pelaku sabung ayam.

Kasus ini berkaitan dengan orang-orang hilang yang dituduh melakukan kecurangan dalam sabung ayam yang populer di negara tersebut, dengan jenazah mereka dilaporkan dibuang ke danau setempat.

Orang-orang itu hilang sekitar tahun 2021-2022, sebagian besar dalam perjalanan dari atau ke arena sabung ayam yang tersebar di wilayah utama Filipina bagian utara, Luzon, termasuk di wilayah metropolitan Manila.

BACA JUGA..  Siswa SMP Tembaki Teman Sekolah, 9 Tewas

Kasus orang hilang yang belum terpecahkan itu kembali menarik perhatian publik setelah seorang saksi kunci baru-baru ini muncul dan menuduh mantan bosnya — seorang taipan judi — mendalangi pembunuhan itu, dengan jenazah korban dilaporkan dibuang ke Danau Taal atau dibakar di lokasi lainnya.

Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jenderal Nicolas Torre III, seperti dilansir Associated Press, Senin (7/7/2025), mengatakan dalam konferensi pers terbaru, bahwa seorang saksi kunci yang menggunakan alias “Totoy” memberikan informasi detail yang penting.

BACA JUGA..  PT Medan Perberat Hukuman Pembunuh Pacar

Menurut keterangan saksi kunci itu, para penggemar serta para pekerja arena sabun ayam dicekik dan dimutilasi sebelum jenazahnya dibuang.

Para penyelidik kepolisian memperkuat informasi detail itu dan bukti-bukti yang diberikan oleh saksi, yang akan digunakan dalam tuntutan pidana yang akan diajukan oleh Departemen Kehakiman Filipina terhadap para tersangka.

Saksi kunci itu menuturkan kepada jaringan televisi lokal bahwa dirinya memutuskan untuk berbicara ke publik karena mantan bosnya mengancam akan membunuhnya.

BACA JUGA..  Iran Ancam Tutup Laut Merah

Dikatakan saksi kunci tersebut bahwa dirinya ingin membantu meringankan penderitaan keluarga korban hilang yang selama ini menuntut keadilan.

“Saya sangat terkejut. Itu menguatkan tekad kami untuk benar-benar menyelesaikan kasus ini karena apa yang terjadi adalah biadab dan tidak dapat diterima dengan standar apa pun,” ucap Torre saat ditanya soal reaksinya atas pengungkapan yang disampaikan saksi kunci tersebut.(dtk)