Kepala Dinas Sosial Tebing Tinggi Jadi Tersangka, Kasus Korupsi DLH

oleh
Muhammad Hasbie Ashsiddigi. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN) 

POSMETRO MEDAN – Sorotan tajam kembali mengarah ke lingkungan Pemerintah Kota Tebing Tinggi. Kali ini, giliran Muhammad Hasbie Ashsiddigi, Kepala Dinas Sosial, yang resmi menyandang status tersangka dalam pusaran dugaan korupsi di Dinas Lingkungan Hidup (LH) tahun anggaran 2024.

Kepastian status hukum tersebut disampaikan oleh Sai Sintong Purba, yang menegaskan bahwa penyidik telah mengantongi cukup bukti untuk meningkatkan perkara ke tahap yang lebih serius. Meski begitu, publik masih harus menunggu pengumuman resmi yang dijadwalkan awal pekan depan.

Penetapan ini membuka babak baru dalam pengusutan kasus yang diduga melibatkan praktik penyimpangan anggaran. Nama Hasbie muncul setelah penyidik menelusuri dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan dana saat ia masih menjabat di Dinas Lingkungan Hidup. Fokus penyelidikan mengarah pada dua sektor krusial: belanja bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan anggaran pemeliharaan kendaraan dinas—dua pos yang kerap rawan disalahgunakan.

BACA JUGA..  Lebih Irit! Ini Tips Hemat BBM Sepeda Motor ala Honda

Sebelumnya, Kejari Tebing Tinggi telah lebih dulu menetapkan seorang pejabat berinisial ZA sebagai tersangka. ZA yang menjabat sebagai kepala bidang diduga terlibat dalam penyimpangan anggaran BBM bersubsidi dengan nilai mencapai Rp300 juta. Kasus ini diduga bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan mengarah pada praktik korupsi yang terstruktur.

Dengan bertambahnya tersangka dari kalangan pejabat tinggi, kasus ini kian menyedot perhatian publik. Ada kekhawatiran bahwa praktik serupa bisa melibatkan lebih banyak pihak di internal pemerintahan.

BACA JUGA..  ALAMAK...!!!!! Kasus Gugatan Cerai di PA Lubuk Pakam Capai 5.000 Perkara

Kejaksaan menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan tanpa pandang bulu. Transparansi dan akuntabilitas kini menjadi tuntutan utama, di tengah meningkatnya sorotan masyarakat terhadap integritas pengelolaan anggaran daerah.

Apakah ini puncak dari kasus, atau justru awal terbongkarnya jaringan yang lebih luas? Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari penyidik.

Editor: Oki Budiman