POSMETRO MEDAN – Komandan Markas Besar Militer Iran Khatam Al Anbiya Ali Abdollahi mengancam akan menutup Selat Merah, menyusul tindakan Amerika Serikat yang memblokade Selat Hormuz.
Abdollahi mengatakan jika AS terus melanjutkan aksinya, maka mereka melanggar gencatan senjata.
“Jika AS yang agresif dan teroris terus melakukan tindakan ilegal dalam memberlakukan blokade maritim, serta menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial dan tanker minyak Iran, tindakan AS ini akan menjadi pelanggaran awal gencatan senjata,” kata Abdollahi dalam rilis resmi pada Rabu (15/4), dikutip Tasnim News.
Dia lalu berujar, “Dan Angkatan Bersenjata Iran yang kuat tak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah untuk terus berlanjut.”
Iran, lanjut dia, akan mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional mereka.
Jika menutup jalur Laut Merah, maka Selat Bab al Mandab yang bakal ditutup Iran. Hal ini seperti yang dinyatakan sebelumnya oleh seorang sumber dari Iran
Bab Al Mandab adalah jalur maritim sepanjang 32 kilometer yang terletak di antara Yaman dan Djibouti. Kawasan ini menghubungkan Samudra Hindia ke Laut Mediterania melalui Terusan Suez.
Sekitar 12 persen perdagangan minyak global melintasi selat ini pada paruh pertama 2023. Pada 2025, rata-rata sekitar 4,2 juta barel minyak dunia melalui selat ini per hari.
Gangguan apa pun di Selat Bab Al Mandab dapat menghentikan perdagangan antara Eropa dan Asia. Kapal harus memutar mengelilingi Afrika jika terjadi disrupsi, sehingga waktu pengiriman bisa molor 10-14 hari.
Per Sabtu (28/3), kelompok milisi Houthi di Yaman mengancam akan menutup Selat Bab Al Mandab sebagai bagian dari strategi perang mereka. Ancaman itu dilontarkan usai Houthi resmi bergabung dengan Iran untuk melawan AS-Israel.
Wakil Menteri Informasi dalam pemerintahan yang dikelola Houthi, Mohammed Mansour, mengatakan kepada Televisi Al Araby bahwa penutupan Selat Bab Al Mandab mungkin saja dilakukan guna menekan AS dan Israel.
Ancaman penutupan akses Laut Merah muncul usai AS memblokade Selat Hormuz menyusul negosiasi damai dengan Iran berakhir buntu pada pekan lalu.(cnn)











