Iran Siap Hadapi Blokade AS di Selat Hormuz

oleh
oleh
Iran menegaskan tidak takut dengan ancaman blokade jalur Selatan Hormuz oleh AS.

POSMETRO MEDAN – Iran menegaskan tidak akan tunduk terhadap ancaman Amerika Serikat, terkait blokade di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan negaranya siap merespons setiap bentuk tekanan dari Washington. Pernyataan itu disampaikan setibanya di Teheran setelah kunjungan dari Islamabad, Pakistan.

“Jika mereka melawan, kami akan melawan, dan jika mereka mengajukan argumen logis, kami akan menghadapinya dengan logika,” ujar Ghalibaf, dikutip AFP, Senin (13/4/2026).

BACA JUGA..  Kapal Pengangkut 37 Migran Asal Indonesia Tenggelam, 14 Orang Hilang

Ia menegaskan Iran tidak akan menyerah pada ancaman apa pun. “Kami tidak akan tunduk pada ancaman apa pun, biarkan mereka menguji tekad kami sekali lagi sehingga kami dapat memberi mereka pelajaran yang lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan telah menguasai penuh keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan resminya, angkatan laut IRGC memperingatkan pihak lawan agar tidak melakukan kesalahan perhitungan.

BACA JUGA..  Tambang Batu Bara Meledak, 4 Penambang Tewas

“Semua lalu lintas berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata,” tulis IRGC dalam pernyataan di media sosial.

IRGC juga menegaskan bahwa selat tersebut tetap terbuka untuk kapal sipil sesuai aturan yang berlaku.

Namun, mereka memperingatkan bahwa kapal militer yang mendekat dapat dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengumumkan rencana blokade terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz melalui pernyataan di Truth Social.

BACA JUGA..  Serangan Bom Mobil, 12 Orang Tewas

“Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat akan memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” ujarnya.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut mulai berlaku Senin pukul 10.00 waktu setempat.

Namun, implementasinya disebut lebih terbatas, dengan kapal menuju pelabuhan non-Iran masih diizinkan melintas. (bbs)