Bertolak ke Karo, Abetnego Tarigan Pimpin Intervensi Serentak Penurunan Stunting

oleh
Verifikasi lapangan terkait penanganan stunting di Pos Yandu, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Kamis, (4 /07/2024).
Posmetromedan.com – Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) RI, Abetnego Tarigan, bersama sejumlah pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan tim kesehatan dari KSP, melakukan verifikasi lapangan terkait penanganan stunting di Pos Yandu, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Kamis, (4 /07/2024).

Abetnego hadir bersama Kepala Dinas PMD Provinsi Sumut Parlindungan Pane, SH, MSi, Sekretaris BKKBN Provinsi Sumut Yusrizal Batubara, SSos, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dan Kepala Puskesmas Simpang Empat.

BACA JUGA..  Menteri Pariwisata RI Kunjungi Samosir, Vandiko Serahkan Proposal, Minta Dukungan Pusat

Menurut Abetnego, pemerintah berkomitmen untuk mencapai target prevalensi stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024.

“Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting guna mewujudkan target tersebut,” jelasnya.

Peraturan tersebut didasarkan pada hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 yang menunjukkan prevalensi stunting sebesar 21,5 persen.

BACA JUGA..  Tiga Agenda Paripurna Batal, Fraksi Golkar Sesalkan Kepemimpinan Asri Ludin Tak Hormati Legislatif

“Berdasarkan angka ini, kita masih perlu menurunkan sebesar 7,5 persen hingga 2024 untuk mencapai target RPJMN 2020-2024,” tambah Abetnego.

KSP juga telah melakukan telaah kebijakan terkait belum tercapainya target penurunan stunting.

KSP menemukan ada empat masalah strategis dalam program penurunan stunting, yaitu: belum efektifnya koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting, minimnya anggaran intervensi gizi spesifik, belum optimalnya layanan Posyandu dan Ketahanan Keluarga, serta belum maksimalnya implementasi kerangka regulasi,” kata Abetnego.

BACA JUGA..  Gubernur Sumut Desak Percepatan Proyek Tanggul dan Sabodam Sungai Tukka

Ia menegaskan bahwa saat ini sedang dilakukan intervensi serentak untuk memastikan konvergensi program berjalan dengan efektif.

Selain itu, pemerintah telah memenuhi kebutuhan Alat Antropometri di Posyandu dan USG di Puskesmas seluruh Indonesia.

“KSP ingin melihat perkembangan pelayanan Posyandu dan Intervensi Serentak yang dilakukan,” pungkasnya.(mrk)