Bangunan Kerangkeng TRP Sembuhkan Ratusan Pencandu Narkoba

oleh
Sejumlah masyarakat yang bermukim tidak jauh dari kediaman pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin (TRP), di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Usai memberikan kesaksian kepada awak media, Selasa (25/1/2022). Foto Anoriyan/Istimewah.

POSMETROMEDAN.com Kabar negatif praktik perbudakan moderen menimpa Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin (TRP). Isu itu mencuat dari banyak pihak dengan tanggapan perspektif berbeda.

Tempat pembinaan korban penyalahgunaan narkoba yang dibangun TRP, diisukan menjadi tempat penyiksaan. Lokasinya di belakang kediaman pribadi TRP Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Warga Kecamatan Kuala, R br Sembiring (49) membantah keras kabar tak sedap tersebut. Ia mengungkapkan warga sekitar  tidak menerima kabar miring. Sebab bangunan kerankeng itu diketahui  telah memberikan kontribusi bagi penyembuhan ratusan korban penyalahgunaan narkoba di Langkat.

BACA JUGA..  Paskah Oikumene Samosir 2026, Jerry Simangunsong Dikukuhkan Jadi Ketua Umum Raja Sonak Malela

“Gak terima aku kalau tempat ini disebut sebagai tempat penyiksaan dan perbudakan moderen,” sebut R br Sembiring (49), di Kecamatan Kuala, Selasa (25/1/2022).

R br Sembiring juga menyebutkan ketiga anaknya pernah menjadi korban penyalahgunaan narkoba, berhasil sembuh dan sehat setelah dibina di tempat pembinaan (bangunan kerangkeng) milik TRP. Ia sendiri mengantarkan anaknya untuk direhab.

“Dari tempat inilah anakku sembuh dari narkoba,”  sebutnya.

Diakui wanita berdarah karo itu, pembinaan oleh TRP membuat angka penyalahgunaan narkoba menurun hingga suasana Kamtibmas terjaga, dan tindak kriminalitas pencurian ikut menurun.

BACA JUGA..  Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi

Sementara,  J Barus (39) seorang mantan pengguna narkoba mengaku sembuh setelah dibina TRP pada 2019. Saat menjadi pecandu sempat beberapa kali tertangkap polisi tidak membuatnya berhenti kecanduan narkoba.

“Aku saksi hidup yang pernah dibina di tempat pak TRP. Sekarang aku dah sembuh,”ungkapnya.

Ia juga menyampaikan tidak pernah kekurangan makan selama menjalani pembinaan. Dirinya juga mempersilahkan bagi  pihak mana saja jika ingin mengetahui proses pembinaan TRP, untuk bertanya pada dirinya.

BACA JUGA..  UMSU Bangun Kampus Terpadu di Seantis

“Gak pernah dibatasi kami makan di sana. Tanya kami di sini tentang tempat pembinaan pak TRP, jangan tanya sama orang yang gak tau,” tegasnya.

Warga Kuala memperkirakan sudah ratusan korban penyalahgunaan narkoba sehat dari tempat pembinaan TRP sejak berdiri dari tahun 2012. Biaya pembinan ditanggung pribadi oleh TRP, masyarakat yang dibina mendapatkan makan, obat – obatan dan fasilitas pembinaan lainnya secara  gratis.(*)

  • Koresponden : Anoriyan
  • Editor : Mangampu Sormin