POSMETRO MEDAN – Pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi bagi jemaah Indonesia telah dimulai.
Kelompok terbang (kloter) pertama calon jemaah haji asal Indonesia tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada Rabu (22/4/2026) pagi waktu setempat.
Rombongan pertama yang tiba adalah jemaah dari Embarkasi Yogyakarta, menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan GA6501, rombongan ini mendarat pada pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS), sedikit bergeser dari jadwal semula yakni pukul 06.15 WAS.
Sebelumnya, pesawat ini diberangkatkan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan sempat mengalami keterlambatan (delay) sekitar 37 menit dari jadwal awal.
Kloter YIA 1 ini membawa total 360 orang, yang terdiri dari 157 laki-laki dan 203 perempuan. Dari total tersebut, sebanyak 356 orang adalah jemaah haji (116 di antaranya merupakan kategori lanjut usia atau lansia), sementara sisanya adalah petugas pendamping.
Adapun tim pendamping yang bertugas mengawal kloter ini meliputi dokter kloter dr Nadia Chaerunnisa; Perawat Ns Rina W; Ketua Kloter HM Qomaruzzaman; pembimbing ibadah HM Roif.
Turut mendampingi pula petugas haji daerah yang fokus menangani layanan kesehatan dan umum. Tiba di Madinah, jemaah YIA 1 ini akan langsung ditempatkan di Taiba Front Hotel, sebuah akomodasi yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi.
Menyusul Yogyakarta, kloter 1 dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 1) juga tiba di Madinah. Rombongan ini diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada pukul 01.42 WIB, mengalami penundaan hampir satu jam dari jadwal awal pukul 00.45 WIB.
Kloter JKG 1 tercatat membawa 389 jemaah, di mana 82 di antaranya merupakan lanjut usia (lansia). Seluruh jemaah ini nantinya akan menempati akomodasi di Makarim Suites Apartment.
Berbeda dengan jemaah Yogyakarta, jemaah asal JKG 1 mendarat dan masuk melalui jalur Fast Track (Makkah Route). Fasilitas ini memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sepenuhnya saat jemaah masih berada di Indonesia.
Dampaknya, waktu tunggu di bandara Madinah dapat dipangkas secara signifikan. Jemaah yang tiba bisa langsung berjalan keluar terminal dan langsung menaiki bus yang akan mengantarkan mereka ke hotel masing-masing, tanpa perlu antre panjang untuk pemeriksaan dokumen.(mis)












