Tagihan Tiba-tiba Melonjak, Pelanggan Tirtanadi Dukung Reduksi

oleh

POSMETROMEDAN.com – PDAM Tirtanadi memberikan reduksi (pengurangan biaya pembayaran air) kepada pelanggan yang mengalami lonjakkan tarif air. Semua itu untuk membantu pelanggan agar tidak terbebani dengan biaya rekening air yang melonjak tiba-tiba.

Rizaldi warga Jalan Bromo Gg. Rukun No.11, Kel. Tegal Sari Mandala III, Kec. Medan Denai mengatakan, apa yang dilakukan PDAM Tirtanadi dalam upaya melakukan reduksi kepada para pelanggan sangat kita apresiasi. Karena ini wujud kepedulian Tirtanadi kepada para pelanggan, terhadap keberatan pembayaran tarif air melonjak.

Bahkan, saat ini, Rizaldi bilang, dirinya sedang mengajukan reduksi ke PDAM Medan Denai pada Jumat (13/8) lalu. Semua itu terjadi lantaran pipa air yang berada di kamar mandi mengalami kebocoran.

“Rekening air biasanya pembayaran di bulan April, Mei, Juni berkisar Rp200 ribuan. Namun, begitu mau bayar tagihan air untuk bulan Juli meledak Rp3,2 juta. Jadi diharapkan, pengajuan reduksi bisa terealisasi. Soalnya, berkas-berkas kelengkapan untuk reduksi sudah diserahi ke kantor PDAM Medan Denai,” harapnya, Kamis (2/9).

Dikatakannya, diduga adanya perubahan sistem pencatatan air dimeteran dari sistem manual ke sistem android dan ada juga penyebab kebocoran dalam rumah. “Sehingga membuat rekening pembayaran air melonjak. Tentunya dengan lonjakan rekening air tersebut, membuat pelanggan tirtanadi menjadi resah” ujarnya.

BACA JUGA..  Women Leader Festival 2026, Airin: Perempuan Merupakan Penggerak Perubahan Bukan Sekadar Pengikut Keadaan

Lanjutnya, dengan adanya kebijakan  Direktur PDAM Tirtanadi, Kabir Bedi terkait pemberlakuan reduksi sangat kita apresiasi. “Dan ini, tentunya membuat lega perasaan para pelanggan PDAM tirtanadi. Karena pembayaran rekening air menjadi turun beberapa persen” ungkapnya.

Ditegaskannya, kalau ada ada pelanggan atau masyarakat yang resah akibat adanya reduksi, itu perlu dipertanyakan. “Karena apa yang dibuat direksi tirtanadi adalah suatu sikap membantu, mengurangi beban biaya pembayaran rekening air kepelanggan. Dan bukan untuk kepentingan pribadi Direktur PDAM tirtanadi di bawah kepemimpinan Kabir Bedi” ungkapnya.

BACA JUGA..  Usai Kecelakaan Truk di Medan, Zulham Efendi Soroti Tonase dan Kelayakan Kendaraan

Sementara itu, Kepala Sekretariatan PDAM Tirtanadi Humarkan Ritonga mengatakan, jika ada masyarakat yang mengajukan reduksi terkait kebocoran dalam rumah akan segera kita tindak lanjuti secepatnya.

“Dan untuk reduksi akibat perubahan sistem pencatatan sudah berakhir pada bulan April 2021” terangnya. (ali)