Sarang Narkoba Digrebek, Polisi Temukan Soft Gun & Mesin Judi

oleh
Senjata api Soft Gun yang ditemukan polisi. (ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Penggerebekan dramatis kembali mengguncang wilayah Sunggal. Personel Polsek Sunggal membongkar sarang narkoba yang selama ini meresahkan warga di Jalan Binjai Km 16, Dusun I dan II, Desa Serba Jadi, Kabupaten Deli Serdang, Senin (13/4/2026) sore hingga malam.

Dipimpin langsung Kapolsek Sunggal Kompol M Yunus Tarigan, operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) ini mengungkap bahwa lokasi tersebut bukan sekadar tempat transaksi gelap, melainkan telah berkembang menjadi “kamp” penyalahgunaan narkotika yang terorganisir.

Akses menuju titik penggerebekan pun tidak mudah—petugas harus menembus barikade ban bekas dan bambu yang diduga sengaja dipasang untuk menghalangi aparat.

BACA JUGA..  Tes Urine Mendadak, PN Sei Rampah Tegaskan Bersih dari Narkotika

Namun, saat petugas berhasil masuk, para bandar dan pengguna lebih dulu melarikan diri, meninggalkan jejak aktivitas ilegal yang sulit dibantah.

Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dengan membakar barak-barak yang diduga kuat menjadi tempat konsumsi narkoba.

Tak berhenti di situ, temuan mencengangkan muncul dari sebuah mobil Toyota Rush putih bernomor polisi BK 1538 TRB yang ditinggalkan di lokasi.

Di dalamnya, petugas menemukan sepucuk soft gun, alat hisap sabu (bong), kaca pirek, plastik klip, serta identitas atas nama Norman Ginting. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa lokasi tersebut bukan hanya tempat pemakaian, tetapi juga pusat distribusi.

BACA JUGA..  DPRD Minta Pemko Pastikan Seluruh Pos Siskamling Aktif

Di sekitar area, polisi juga menyita dua mesin judi jackpot, perangkat permainan ikan-ikan, sisa sabu, serta sejumlah alat pendukung lainnya. Dua sepeda motor—Honda Scoopy dan Honda Beat—turut diamankan sebagai bagian dari barang bukti.

Kapolsek Sunggal menegaskan, penggerebekan ini membuka fakta bahwa aktivitas narkotika dan perjudian di kawasan tersebut masih aktif dan terorganisir. Pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan operasi serupa hingga jaringan ini benar-benar terputus.

BACA JUGA..  Dugaan Kriminalisasi di Balik Penetapan Tersangka Marlina Alias Afang

“Ini akan kami lakukan secara rutin sampai bersih. Tidak boleh ada ruang bagi bandar dan pelaku di wilayah ini,” tegas Yunus, Selasa (14/4).

Penggerebekan ini menjadi peringatan keras bahwa perang melawan narkoba masih jauh dari usai. Di balik pelarian para pelaku, aparat kini mengantongi petunjuk penting untuk memburu jaringan yang lebih besar.

Editor: Oki Budiman