POSMETRO MEDAN – Warga di Dusun VII, Desa Dalu Sepuluh A dan Desa Sena serta warga Desa Dalu Sepuluh B yang kerap terdampak banjir tahunan akibat luapan sungai Belumai , Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang sedikit bernafas lega.
Pasalnya dari pantauan, Pemerintah melalui PUPR dan Balai Wilayah Sungai melakukan pemasangan dinding batu dan timbunan tanah untuk membendung tanggul sungai yang sebelumnya menjadi penyebab utama banjir dikawasan itu.
“Kami sedikit lega meski tak memulihkan benteng sungai seperti sebelumnya, namun itu kita harap berfungsi menghambat luapan sungai belumai menerjang rumah warga, semenjak benteng sungai itu dikorek dan tanahnya dijual oknum tak bertanggung jawab, kampung ini jadi langganan banjir tiap tahun,” ucap Ruslan warga setempat. Sabtu 18/4/2026.
Ruslan menerangkan, bahwa beberapa tahun lalu ada proyek swakelola membangun irigasi sekaligus pintu air nya yang mengambil tanah benteng sungai lalu dibangun pintu air. Tapi proyek itu gagal diselesaikan hingga terbengkalai begitu saja.
“Pintu air sudah dibuat, tapi saluran irigasi nya tidak dibangun, akibatnya air sungai bila meluap terkumpul di pintu air, hingga penjaga pintu air takut rumahnya tenggelam dibukanya pintu air dan akibatnya air sungai melimpah ke parit hingga merendam ribuan rumah dibawah,” sebut Ruslan.
Hal senada disebutkan, Noto warga Dusun I Desa Sena Gang Bagun, kalau didaerah itu tidak pernah banjir akibat luapan sungai belumai sebelum proyek irigasi gagal dinas PU Deli Serdang yang dikerjakan mantan oknum Anggota DPRD berinisial SR itu ada.
“Makanya kita warga disini berterimakasih sekali Pihak terkait dapat menutup kembali benteng sungai yang dirusak itu seperti semula agar daerah sini tak lagi banjir parah bila terjadi luapan sungai. Kita disini tidak pernah banjir, kalau pun banjir luapan sungai itu daerah Titi gantung, Tumpatan Nibung dan dekat lapangan sepak bola dekat kantor desa sana, itupun banjir besar,” terangnya.
Warga bersyukur benteng sungai Belumei di Gang Perjuangan Dusun VII Desa Dalu Sepulu A itu ditutup kembali hingga warga tak terus dicekam ketakutan bila hujan deras turun dan takut air sungai meluap. Warga diwilayah itu banyak yang trauma, selain mengalami kerugian harta benda. Psikologi warga juga terganggu.
Informasi dihimpun, pengerjaan pembangunan dinding benteng dan penimbunan tanah menurut pekerja sebanyak 520 kubik tanah. Dan kemungkinan ada penambahan juga masih diperlukan. ( Wan)
EDITOR : Putra












