Malaysia Stop Operasi Militer di Lebanon Usai Insiden Mematikan

oleh
oleh
Tentara Malaysia.(ISTIMEWA/POSMETRO MEDAN)

POSMETRO MEDAN – Ketegangan di Lebanon selatan memaksa kontingen Malaysia mengambil langkah drastis. Personel Batalyon Malaysia (MALBATT) 850-13 resmi menghentikan sementara seluruh pergerakan operasional menyusul memburuknya situasi keamanan di wilayah misi penjaga perdamaian.

Keputusan ini diambil berdasarkan arahan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), terutama setelah gugurnya tiga prajurit Indonesia dalam insiden terpisah yang mengguncang stabilitas kawasan.

Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamed Khaled Nordin, menegaskan bahwa keselamatan pasukan menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya ancaman.

BACA JUGA..  Sinergi TNI-Polri-Satpol PP, Wilkum Polsek Medan Baru Tetap Kondusif

“Seluruh langkah keselamatan telah diperketat, termasuk kepatuhan ketat terhadap SOP, penguatan aturan keterlibatan, penghentian patroli sementara, hingga peningkatan perlindungan pasukan,” ujarnya.

Situasi Memanas dalam 24 Jam

Situasi memanas setelah dua insiden terjadi dalam kurun waktu 24 jam. Ledakan proyektil dilaporkan terjadi di dekat Adchit Al Qusayr, disusul serangan menggunakan alat peledak improvisasi (IED) yang melibatkan kontingen Indonesia, INDOBATT.

Rangkaian peristiwa ini mempertegas risiko tinggi yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik yang masih rentan eskalasi.

BACA JUGA..  Pengendara Sepeda Motor Terjun Ke Sungai Kualanamu

Malaysia pun bergerak cepat dengan meningkatkan status keamanan seluruh personel MALBATT 850-13. Pemerintah memastikan bahwa seluruh prajurit dalam kondisi aman, meski berada dalam situasi yang sangat dinamis dan berbahaya.

Mohamed Khaled tidak menutup-nutupi kekhawatiran pemerintahnya. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

“Setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701,” tegasnya.

BACA JUGA..  Diduga Tak Berizin, Tambang Batu di Desa Siregar Aek Nalas Tuai Sorotan: Warga Sebut Ada Ancaman dan Intimidasi

Resolusi tersebut selama ini menjadi dasar utama kehadiran pasukan UNIFIL di Lebanon, dengan mandat menjaga stabilitas dan mencegah konflik berskala lebih luas.

Pemerintah Malaysia turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga prajurit Indonesia yang gugur, sekaligus berharap korban luka segera pulih.

Di tengah situasi yang kian tidak menentu, Malaysia menegaskan komitmennya untuk terus menjamin keselamatan dan kesejahteraan seluruh personel yang bertugas di bawah misi perdamaian PBB.(bbs)

EDITOR: Hiras Budiman