POSMETRO MEDAN – Kapal tugboat Musaffah 2 terbakar dan tenggelam di Selat Hormuz. Empat warga Indonesia (WNI) dilaporkan ikut jadi korban.
“Saat insiden tersebut, kapal Musaffah 2 sedang mengecek kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar. Pada saat kejadian 4 WNI ABK berada di kapal Musaffah 2 dan 1 WNI teknisi sedang berada di kapal kontainer Safeen Prestige,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam keterangan tertulis.
Ia menuturkan satu WNI ABK mengalami luka bakar dan saat ini masih dirawat di rumah sakit di Kota Khasab, Oman.
“Satu WNI masih dirawat karena luka bakar di rumah sakit kota Khasab, Sedangkan satu teknisi yang merupakan WNI selamat dan saat ini berada di kota Abu Dhabi,” ujarnya.
Sementara itu, tiga WNI lainnya yang berada di kapal Musaffah 2 hingga kini belum ditemukan. Proses pencarian masih dilakukan oleh otoritas setempat.
Yvonne mengatakan perwakilan Indonesia terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Uni Emirat Arab dan Oman berkomunikasi dengan pemerintah setempat serta perusahaan kapal terkait.
“Saat ini perwakilan RI di UEA dan Oman secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat dan perusahaan kapal, khususnya untuk proses pencarian 3 awak WNI yang hilang,” kata dia.
Kemlu RI meminta penyelidikan menyeluruh terkait insiden tersebut. Pemerintah mengingatkan WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk mereka yang bekerja di kapal, agar meningkatkan kewaspadaan serta memantau informasi dari sumber resmi.
“Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respons cepat dan tepat dari perwakilan RI. Dan dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline perwakilan RI terkait,” ujar Yvonne.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menjelaskan insiden tersebut terjadi pada Kamis (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat di wilayah perairan antara UEA dan Oman.
“Insiden terjadi di Selat Hormuz, diantara perairan UEA dan Oman pada tanggal 6 Maret 2026 pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di UEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini,” kata Heni. (bbs)












