Tingkatkan Hasil, Pemkab Deli Serdang Dukung Petani Gunakan Alat Bantu Kerja Modern

oleh
Bupati Deli Serdang saat melihat Alsintan Petani di Pagar Merbau

POSMETRO MEDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mendukung modernisasi alat bantu kerja petani dalam meningkatkan hasil dan Deliserdang menjadi kabupaten pertama di Provinsi Sumatera Utara yang melakukan modernisasi terhadap bidang pertanian.

Modernisasi yang dilakukan yakni dengan penggunaan drone sprayer. Ini digunakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Oryza Sativa Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau dan mereka menjadi pelopor penggunaan drone yang diserahkan oleh Bank Indonesia melalui program pengembangan klaster binaan sektor pangan.

Kehadiran drone ini menandai dimulainya transformasi digital di sisi hulu pertanian, yang bertujuan meningkatkan efisiensi biaya produksi dan efektivitas budidaya petani. Drone digunakan untuk proses pemupukan dan penyemprotan pestisida secara digital, sehingga mampu menghemat waktu dan tenaga.

BACA JUGA..  Tinjau Meluapnya Aek Haidupan Siwaluompu, Pemkab Tapanuli Utara Tetap Upayakan Percepatan Penanganan Normalisasi

Dalam siaran persnya dilansir Dinas Kominfostan Kamis, 16/10/2025 menyebutkan, bahwa Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam memajukan pertanian daerah.

Modernisasi alsintan merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Bukan hanya drone sprayer, hari ini Bank Indonesia juga memberikan bantuan combine harvester, sementara Pemkab Deli Serdang menambah bantuan mesin transplanter. Sinergi ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk mendukung kerja petani agar semakin efisien, mandiri, dan berdaya saing,” ungkap Bupati.

BACA JUGA..  Bupati Tapanuli Utara Tekankan Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Pertemuan PPID APKASI

Bupati juga menyampaikan capaian produksi padi Deli Serdang tahun 2024 yang mencapai 486.029 ton gabah atau setara 311.155 ton beras. Dengan kebutuhan beras sebesar 221.343 ton, Deli Serdang mengalami surplus 89.812 ton.

” Hingga September 2025, produksi gabah telah mencapai 288.900 ton dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare. Bahkan di beberapa wilayah seperti Percut Sei Tuan, paparnya, produktivitas sudah mencapai 8–9 ton per hektare berkat penggunaan alsintan modern,” sebut Bupati.

Bupati berpesan pada petani di Kabupaten Deliserdang tetap berpegang teguh, tidak menjual seluruh hasil panennya ke luar daerah demi menjaga stabilitas harga dan pasokan lokal.

BACA JUGA..  Warga Tolak Pembangunan Gedung KMP di STM Hilir Rupanya Tanah Wakaf Kuburan

“Kalau beras kita semua dikirim keluar, masyarakat sendiri yang akan kesulitan. Saya minta petani tetap menjaga pasokan lokal agar daya beli masyarakat terjaga,” tegas Bupati.

Bupati juga memerintahkan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk memasukkan pembangunan lenning irigasi di lahan pertanian seluas 329 hektare tersebut dalam anggaran tahun 2026.

“Target kita IP 3 harus tercapai. Pemerintah harus responsif terhadap kebutuhan petani agar produksi terus meningkat,” Pungkasnya. ( Wan)

EDITOR : Rahmad