POSMETRO MEDAN – Ratusan warga kembali memprotes rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih ( KMP) di Desa Panungkiren, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang. Pasalnya menurut warga, lahan yang digunakan adalah tanah wakaf kuburan.
Warga menggeruduk kantor Camat STM Hilir, hingga keributan dengan pegawai Kantor Kecamatan serta aparat keamanan sempat terjadi. Meski demikian kericuhan tidak sampai bentrok.
Protes warga dengan adanya pembangunan gedung KMP itu, warga memprediksi akan memperkecil ketersediaan lahan pemakaman warga di desa mereka.
Barus salah satu warga mengatakan, kalau mereka bukannya anti akan pembangunan koperasi merah putih itu namun kedepan harus dipikirkan hal yang juga penting.
“Asal lokasi pembangunannua tepat tidak ada warga yang menentang, tapi ini lahan wakaf kuburan warga dan belum ada sejarahnya digunakan untuk bangunan apapun tanah wakaf, jika nanti habis ada warga meninggal mau dikubur dimana,” ucap Barus, Rabu (15/4/2026).
Warga menduga ada kepentingan oknum tertentu dalam memilih lahan wakaf kuburan itu digunakan sebagai lokasi pembangunan KMP.
Sementara Camat STM Hilir, Sandi Sihombing mengaku tidak dilibatkan dalam persoalan tersebut. Karena tak pernah dilibatkan dalam kesepakatan apapun.
Sementara karena pertentangan warga, saat ini aktivitas pembangunan dilokasi sudah dihentikan.
“Sedang dicari lahan baru untuk relokasi, sebelum ada pekerjaan pembangunan di lokasi Tanah Wakaf itu dihentikan, menghindari konflik yang tak diinginkan,” pungkas Camat.( Wan)
EDITOR : Putra












