POSMETRO MEDAN -Pungli seharusnya menjadi atensi Pemkab Langkat, Selain membuat jebol PAD, juga melekatkan imej buruk kawasan wisata.
Seperti hal yang dialami rombongan wisatawan yang menggunakan jasa sewa angkot menuju objek wisata Pantai Biru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Mereka mengeluhkan tindakan dugaan pungutan liar (pungli), yang dialami di sepanjang perjalanan.
Berdasarkan video yang dikirim ke redaksi, dua orang terduga pelaku pungli sama sama memakai baju rompi parkir Dinas Perhubungan Langkat. Dua orang tersebut yaitu memakai topi dan berambut gondrong.
Menurut keterangan sopir angkot dan sejumlah penumpang, pungli terjadi tiga kali di wilayah Kuala dan satu kali di simpang menuju Pantai Biru. Oknum yang tidak bertanggung jawab memaksa sopir untuk memberikan sejumlah uang dengan alasan “uang jalan” agar bisa melanjutkan perjalanan.
“Di Tugu Pijer Podi mereka minta bayaran, kalau tidak dikasih mereka mengancam perjalanan kami bisa terhambat,” ungkap Linda, salah seorang penumpang, Minggu (14/9/2025).
Kejadian ini menimbulkan keresahan wisatawan sekaligus merusak citra pariwisata di Kabupaten Langkat. Para wisatawan berharap pihak kepolisian dan aparat terkait segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan praktik pungli yang merugikan masyarakat dan pelaku wisata.
“Kami hanya ingin berlibur, tapi malah diberhentikan dan diminta biaya tambahan yang tidak wajar. Ini jelas merugikan, apalagi kalau dibiarkan, orang bisa enggan datang ke Pantai Biru,” tambah Tuti seorang anggota rombongan.
Pengunjung berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata dan segera melakukan razia serta penindakan di jalur wisata menuju Pantai Biru, agar kenyamanan dan keamanan wisatawan dapat terjaga.
EDITOR : Rahmad












