Bus Rombongan Kecelakaan, 2 Atlet Karate Sumut Tewas

oleh
oleh

 

POSMETRO MEDAN – Dua orang atlet karate Sumut meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dalam kecelakaan bus ALS pada Minggu (7/9/2025) malam.

 

Kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Umum Padang–Bukittinggi, tepatnya di Ruas Jalan Exit Tol Padang–Sicincin Kapalo Hilalang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat

 

Adapun kedua korban tewas yakniMuhammad Dhijey Lexsie (17) dan Fakhri Akbar Faris Asseweth (11).

BACA JUGA..  Mayat Pria Tergeletak di Tepi Jalan Depan RS Grend Med

Rencananya, kedua korban dan rombongan akan mengikuti Kejuaraan Road to National & Internasional Shukaido Karate Open Series 1 Tahun 2025 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang pada 5-7 September 2025.

 

KasatLantas Polres Padang Pariaman, Iptu Rudi Chandra mengatakan, kronologis kejadian bermula saat bus ALS yang ditumpangi puluhan atlet asal Sumut itu hendak menuju ke lokasi acara.

 

Sampai di tol Padang-Sicincin, bus ALS tersebut oleng dan menabrak pembatas jalan. Karena hantaman yang cukup keras, bus ALS kemudian terguling.

BACA JUGA..  JMKT Kampanye Keselamatan : Kasus Tabrak Belakang Dominasi Kecelakaan di Tol Medan - Tebing Tinggi

 

Kedua korban yang ada di dalam bus meninggal dunia karena mengalami luka serius.

 

“Kondisi bus Pariwisata ALS rusak parah, body bus hancur,” kata Iptu Rudi Chandra. Ia menerangkan, setelah kejadian polisi pun mendatangi lokasi.

 

Polisi kemudian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mencari sopir yang mengemudikan bus ALS tersebut.

Korban selamat dirawat di RSUD Padang Pariaman. Menurut laporan yang ada, setidaknya ada 29 orang yang dilarikan ke RSUD Padang Pariaman.

BACA JUGA..  Dua Truk Tabrakan, Pengemudi Satu Luka Serius

 

Mereka mengalami luka ringan dan sedang. Dari beberapa korban itu, ada yang mengalami luka di bagian kepala dan mata.

 

Berdasarkan foto yang beredar, seorang korbannya bahkan terpaksa menggunakan perban di bagian mata.

 

Kemudian ada juga yang mengalami luka serius di tangan hingga mengharuskan menggunakan arm sling, atau penopang tangan.(bbs)