POSMETRO MEDAN – PT Jasa Marga Kualanamu Tol ( JMKT) melakukan kampanye keselamatan ( Safety Campaign) terhadap para pengendara di jalan tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi. Kegiatan dilaksanakan di Rest Area, Teluk Mengkudu, Selasa 9/6/2026.
Kegiatan kampanye keselamatan berkendara dengan aman, nyaman dan sehat ini di hadiri Direktur Utama PT JMKT yang diwakili Maneger Operasi Hafrianto, Maneger Area JMTO Reza Maulana, Deputy Area Manger Traffic JMKT, Erfan Safari, Kanit PJR Iptu FL Tobing beserta Anggota.
Dalam arahannya, Hafrianto menyampaikan harapannya dengan kegiatan kampanye keselamatan ini dapat menurunkan tingkat kecelakaan dan mencegah terjadinya kecelakaan, karena sampai dengan hari ini nilai fatalitasnya meski baru sampai bulan Juni sudah menyamai jumlah fatalitas tahun lalu, harapannya kita sama -sama disini melakukan sosialisasi pada pengguna jalan agar kedepannya tidak hanya menurunkan angka kecelakaan tapi mencegah kejadian fatalitas.
“Perlu kami sampaikan bahwa kecelakaan yang terjadi di Tol JMKT itu paling banyak tabrak belakang, kemungkinannya itu pengguna jalan kita yang non golongan I itu ada yang lampu rem tak menyala, reflektor tidak ada, truk over load, hingga mengakibatkan kecepatannya di jalan tol tidak bisa melewati batas minimal kecepatan di jalan tol, kampanye keselamatan ini diharapkan dapat menjadi penekan angka kecelakaan di tol JMKT,” ujar Hafrianto.
Arahan juga disampaikan Maneger Area JMTO, Reza Maulana kampanye keselamatan kita hari ini dengan cara memberikan edukasi kepada para pengendara dan penempelan stiker reflektive. Harapan kita kegiatan kampanye keselamatan ini dapat dilakukan dengan rutin.
Sementara Kanit PJR Jateng 4, Iptu FL Tobing, pada para sopir memberikan edukasi diharapkan dengan kampanye keselamatan berkendara dapat mengurangi dan mencegah Laka lantas.
“Untuk kecelakaan di Tol Medan – Tebing tinggi belakangan ini 90 persen terjadi akibat tabrak belakang dan itu kendaraan kecil, kenapa demikian salah satu faktornya kemungkinan pengemudi kendaraan kecil ini mengantuk, yang kedua mungkin tidak ada penerangan atau lampu belakang truk- truk rata -rata begitu dan lampu kota itu penting sebagai kelengkapan kendaraan, hal ini kita himbau agar kendaraan yang mati lampunya agar diperbaiki karena itu salah satu faktor menjadi penyebab kecelakaan. Selanjutnya masalah sopir ngantuk saya minta bapak bapak sopir kalau ngantuk silakan beristirahat dulu di rest area untuk menjaga keselamatan berkendara,” kata Kanit PJR.
Kampanye difokuskan untuk mengedukasi para pengemudi khususnya pengemudi truk, mengenai resiko kelelahan saat berkendara di ruas tol Medan Kualanamu Tebing Tinggi.
Salah satu sasaran kampanye adalah sopir truck dan bus lintas , mengenai resiko kelelahan saat berkendara di ruas tol Medan- Kualanamu- Tebing Tinggi sopir dianjurkan rehat sejenak, cek kondisi tubuh dan memahami panduan keselamatan dapat menyelamatkan banyak nyawa.( Wan)
EDITOR : Putra












