POSMETRO MEDAN – Kegiatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 80 di kecamatan Salapian dinilai cukup memprihatinkan.
Pada saat acara sakral detik detik proklamasi, serta pengibaran bendera merah putih banyaknya Siswa maupun ASN lebih memilih ke warung serta wira wiri tak tentu arah.
Hal ini jelas perilaku yang tidak bermoral, padahal pelaksanaan upacara hanya setahun sekali.
Saat pos metro mengkonfirmasi salah seorang siswa SMU yang ada di kecamatan Salapian, pada saat acara sakral pengibaran bendera merah putih maupun detik detik proklamasi, terlihat jalan sana ,sini menuturkan, itu ASN pun pada duduk-duduk di warung,” ujarnya pada wartawan.
Salah seorang warga Adi (47) menuturkan acara HUT kali ini sepi serta kurangnya disiplin
” Lhat aja dek banyaknya yang berseragam berlogo Mendagri seliweran sana sini seperti tak punya moral. Ntah gimana ya , sepertinya panitia tak ada persiapan matang di acara HUT ini. Bahkan tadi lihat protokol pun ada kesalahan pada saat pembacaan, terdengar suara sorakan di belakang oleh warga. Jelaslah panitia kurang persiapan,” kesalnya.
Dirinya menambahkan dan jujur jika di nilai perayaan HUT kali ini tidak semarak dari sebelumnya.
” Apakah panitia kekurangan anggaran atau gimana katanya. Tapi rasanya gak mungkinlah, kan banyak dikutip dan setau saya seluruh ASN dengan bervariasi dari yang terkecil 100 ribu. Karena istri saya juga kena kutipan lantaran dia ASN, belum lagi dari Kades, perusahaan dan lainnya, ucapnya tersenyum. (sut)












